Warga melihat bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang mati terdampar di Pantai Yeh Malet, Karangasem, Bali, Rabu, 5 April 2023.
Warga melihat bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang mati terdampar di Pantai Yeh Malet, Karangasem, Bali, Rabu, 5 April 2023.
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Karangasem menyebut Paus Sperma yang berukuran panjang tubuh 18,2 meter dan lingkar badan 8 meter tersebut ditemukan terdampar sekitar pukul 13.14 WITA dengan kondisi mati.
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Karangasem menyebut Paus Sperma yang berukuran panjang tubuh 18,2 meter dan lingkar badan 8 meter tersebut ditemukan terdampar sekitar pukul 13.14 WITA dengan kondisi mati.
Kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar sementara mendatangkan beberapa dokter hewan ahli forensik untuk meneliti penyebab matinya paus sperma tersebut.
Kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar sementara mendatangkan beberapa dokter hewan ahli forensik untuk meneliti penyebab matinya paus sperma tersebut.

Paus Sperma Raksasa Mati Terdampar di Karangasem Bali

06 April 2023 08:37
Jakarta: Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) raksasa mati terdampar di Pantai Yeh Malet, Karangasem, Bali, Rabu, 5 April 2023. Paus yang berukuran panjang tubuh 18,2 meter dan lingkar badan 8 meter tersebut ditemukan terdampar pada Rabu siang dengan kondisi mati.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso mengatakan, paus sperma yang terdampar mati tersebut pada awalnya masih dalam keadaan hidup saat terdampar di Pantai Lepang, Klungkung, Bali, Rabu pagi. 

"Paus masih hidup dan berenang ke arah Timur. Kejadian ditemukan sekitar pukul 07.38 WITA dan berhasil kembali ke laut pada pukul 08.39 WITA," kata dia.

Saat ditemukan lagi, paus tersebut sudah dalam kondisi mati di Pantai Yeh Melet, sekitar pukul 13.14 WITA.

Kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar sementara mendatangkan beberapa dokter hewan ahli forensik untuk meneliti penyebab matinya paus sperma tersebut.

Yudiarso mengatakan saat ini, untuk penanganan paus tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Karangasem untuk memasang garis polisi di lokasi dan memantau malam ini hingga selesai penguburan selesai.

Hal tersebut, kata dia, penting dilakukan untuk mencegah pencurian daging atau bagian tubuh lain oleh masyarakat dan mengatur masyarakat yang datang menyaksikan paus tersebut.

"Kami sudah koordinasi terkait peminjaman alat berat dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Untuk mobilisasi eskavator akan dikerahkan ke lokasi," kata dia. AFP PHOTO/Dicky Bisinglasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

News bali