Warga mengisi kuesioner Sensus Penduduk (SP) Online 2020 di Kampung Cibahbul, Lebak, Banten, Sabtu, 9 Mei 2020.
Warga mengisi kuesioner Sensus Penduduk (SP) Online 2020 di Kampung Cibahbul, Lebak, Banten, Sabtu, 9 Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang batas waktu pelaksanaan sensus penduduk 2020 via 'online' akibat pandemi COVID-19, yaitu yang semula ditetapkan sejak 15 Februari-31 Maret kini diperpanjang sampai 29 Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang batas waktu pelaksanaan sensus penduduk 2020 via 'online' akibat pandemi COVID-19, yaitu yang semula ditetapkan sejak 15 Februari-31 Maret kini diperpanjang sampai 29 Mei 2020.
Sementara itu BPS membatalkan survei sensus penduduk secara tatap muka yang rencananya dilakukan pada Mei 2020 akibat adanya pandemi covid-19.
Sementara itu BPS membatalkan survei sensus penduduk secara tatap muka yang rencananya dilakukan pada Mei 2020 akibat adanya pandemi covid-19.

Sensus Penduduk Online Diperpanjang

News Sensus Penduduk
09 Mei 2020 13:12
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang batas waktu pelaksanaan sensus penduduk 2020 via 'online' akibat pandemi COVID-19, yaitu yang semula ditetapkan sejak 15 Februari-31 Maret kini diperpanjang sampai 29 Mei 2020. 

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan sebanyak 42 juta orang telah terdaftar dalam sensus penduduk 'online' hingga 5 Mei 2020 yang digagas pihaknya untuk pertama kalinya di Indonesia.

Suhariyanto mengatakan meski jumlah itu meningkat dibanding 14 April 2020 lalu, yakni 38,84 juta jiwa. Namun angka tersebut masih 15 persen dari total penduduk Indonesia sebanyak 260 juta orang.

"Kalau dilihat angkanya memang agak besar tapi kalau dilihat persentasenya BPS masih harus terus berupaya karena itu baru 15 persen dari total penduduk Indonesia," katanya.

Sementara itu BPS membatalkan survei sensus penduduk secara tatap muka yang rencananya dilakukan pada Mei 2020 akibat adanya pandemi covid-19.

Suhariyanto menyebutkan survei itu sebenarnya sempat diputuskan untuk diundur hingga September 2020, namun terpaksa dibatalkan karena BPS juga sedang melakukan efisiensi anggaran sebesar 41 persen.

"Ada efisiensi anggaran BPS sebesar 41 persen maka pada tahun ini kita tidak lagi melakukan tatap muka," katanya.

Oleh sebab itu, Suhariyanto mengatakan BPS akan melibatkan ketua RT di seluruh Indonesia yang berjumlah 1,2 juta untuk mendistribusikan kuisioner ke masing-masing rumah tangga. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/M Risyal Hidayat

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif