Aceh: Warga di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sepertinya cukup kecewa terhadap pemerintah Aceh. Pasalnya kondisi badan jalan Kota Sigli-Jabal Ghafur yang rusak parah itu tak kunjung diperbaiki.
Padahal jalan milik pemerintah Provinsi Aceh itu sudah puluhan tahun rusak parah dan bertabur ratusan lubang. Bukan saja sekedar rusak, tapi sering pengguna jalan terperosok lubang sehingga cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
Untuk melampiaskan rasa kesal dan kecewa, warga Kemukiman Garot, Kecamatan Indrajaya, sejak tiga hari terakhir menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak itu.
Sedikitnya ada empat titik yang ditanami barang pisang itu. Lokasinya persis di kawasan Desa Blang Gatot, Kecamatan Indrajaya.
Muslim, warga Kecamatan Indrajaya, kepada Media Indonesia, Sabtu, 11 Movember 2023 mengatakan, aksi menanam pisang pada beberapa titik badan jalan yang rusak seperti kubangan itu adalah untuk melampiaskan rasa kecewa masyarakat terhadap sikap Pemprov Aceh. Apalagi pemerintah setempat terkesan tutup mata terhadap keluhan warga yang berulangkali dan sudah bertahun tahun menyampaikan kondisi jalan rusak.
"Ini bukan tindakan emosional sehingga harus menanam barang pisang di badan jalan. Tapi ini adalah aksi nyata bahwa masyarakat sudah jenuh menyuarakan aspirasinya. Sehingga terpaksa melakukan protes nyata agar menjadi pertanyaan lengapa sampai harus dilakukan ini," tutur Muslim.
Amatan Media Indonesia, selain menanam pisang warga juga memasang pamflet kardus pada batangnya. Pada dua lembar kardus terpisah tersebut tertera goresan spidol bertuliskan dalam bahasa Aceh 'Hoka Pemerintah' yang artinya Kemana Pemerintah.
Adapun pada pamflet kardus satu lagi juga mengungkapkan nada protes 'Hokaba Peng Pajak Rakyat' yang maknanya adalah Kemana Kau Bawa Uang Pajak Rakyat.
Muhammad Amin, Tokoh Masyarakat Kecamatan Delima, yang saban hari melewati jalan Sigli-Jabal Ghafur, mengatakan, kerusakan luarbiasa sepanjang jalur itu sudah terjadi bertahun tahun tidak pernah diperbaiki secara menyeluruh. Hanya saja dilakukan tambal sulam. Itupun kadang pada beberapa titik saja sehingga cukup banyak kubangan lainnya terbiarkan menganga.
"Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh akan berakhir, tapi kerusakan badan jalan ini belum pernah tertangani utuh sejak tahun 1998. Padahal cukup sering pengendara terjatuh atau terjadi kecelakaan lalu-lintas," tambah pendara mobil lainnya. MI/Amiruddin Abdullah Reubee Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News