Kolonel Inf Alamsyah (kanan) diambil sumpahnya sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari menggantikan Kolonel Hendi Suhendi (kiri) saat upacara serah terima jabatan di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 12 Oktober 2019.
Kolonel Inf Alamsyah (kanan) diambil sumpahnya sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari menggantikan Kolonel Hendi Suhendi (kiri) saat upacara serah terima jabatan di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 12 Oktober 2019.
Kolonel Hendi dicopot dari jabatannya karena postingan istrinya terkait insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto.
Kolonel Hendi dicopot dari jabatannya karena postingan istrinya terkait insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto.
Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Hendi Suhendi juga diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari. Adapun istri Kolonel Hendi berinisial IPDN yang melakukan posting-an melalui media sosial berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Hendi Suhendi juga diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari. Adapun istri Kolonel Hendi berinisial IPDN yang melakukan posting-an melalui media sosial berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Irma Zulkifli Nasution Hendari, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi, menangis usai Upacara Sertijab Komandan Kodim 1417 Kendari di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Irma Zulkifli Nasution Hendari, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi, menangis usai Upacara Sertijab Komandan Kodim 1417 Kendari di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Surawahadi meminta bahwa kasus serupa tidak terulang lagi. Dia meminta seluruh prajurit dan keluarga lebih bijak dalam bermedia sosial.
Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Surawahadi meminta bahwa kasus serupa tidak terulang lagi. Dia meminta seluruh prajurit dan keluarga lebih bijak dalam bermedia sosial. "Tadi pagi sidang disiplin dulu dipimpin atasan langsungnya, Danrem 143. Keputusannya, ditahan 14 hari dan jabatan dilepas. Selanjutnya pas mau zuhur upacaranya berlangsung. Setelah itu 'istirahat' di Denpom (tahanan Denpom)," katanya.

Jabatan Dandim 1417 Kendari Diserahterimakan

News Wiranto Diserang
12 Oktober 2019 15:15
Kendari: Jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara, diserahterimakan dari Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi kepada Kolonel Infantri Alamsyah di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo, di Kendari, Sabtu, 12 Oktober 2019. Kolonel Hendi dicopot dari jabatannya karena postingan istrinya terkait insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto. Antara Foto/Jojon
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif