Masalah sampah di perkotaan membutuhkan solusi alternatif. Salah satunya dilakukan oleh satu warga Kampung Sapen, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Iskandar Harjodimulyo membuat wayang yang dibuat dari sampah plastik, khususnya botol bekas. Wayang uwuh namanya.
Masalah sampah di perkotaan membutuhkan solusi alternatif. Salah satunya dilakukan oleh satu warga Kampung Sapen, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Iskandar Harjodimulyo membuat wayang yang dibuat dari sampah plastik, khususnya botol bekas. Wayang uwuh namanya.
Iskandar mulai membuatnya sejak menjadi relawan di kawasan Sungai Ciliwung, Jakarta pada 2013. Persoalan sampah yang mendera kawasan itu memantiknya berpikir agar bisa mencari solusi. Akhirnya terciptalah wayang uwuh.
Iskandar mulai membuatnya sejak menjadi relawan di kawasan Sungai Ciliwung, Jakarta pada 2013. Persoalan sampah yang mendera kawasan itu memantiknya berpikir agar bisa mencari solusi. Akhirnya terciptalah wayang uwuh.
Iskandar mulanya bersama wayang uwuh bisa manggung di Jakarta Biennale. Setelah itu, perlahan ia menjual wayang uwuh saat kembali ke Yogyakarta. Iskandar mengaku diundang dalam berbagai pameran berkat membuat wayang uwuh, bahkan ia juga mengikuti pameran di Tiongkok. Tak hanya pameran, ia juga menjual hasil kreativitas itu ke sejumlah negara berdasarkan pesanan, seperti Amerika, Australia, hingga Eropa.
Iskandar mulanya bersama wayang uwuh bisa manggung di Jakarta Biennale. Setelah itu, perlahan ia menjual wayang uwuh saat kembali ke Yogyakarta. Iskandar mengaku diundang dalam berbagai pameran berkat membuat wayang uwuh, bahkan ia juga mengikuti pameran di Tiongkok. Tak hanya pameran, ia juga menjual hasil kreativitas itu ke sejumlah negara berdasarkan pesanan, seperti Amerika, Australia, hingga Eropa.
Barang yang tak berharga itu disulap Iskandar menjadi pundi-pundi uang. Ia harus mencari bahan plastik dengan memungut sampah. Ia mengatakan beberapa kali dianggap orang gila karena mengumpulkan sampah. “Wayang di sini saya jual minimal Rp25 ribu sampai tak terhingga. Kalau (plastik) dijual kiloan paling dapat berapa,” ucapnya.
Barang yang tak berharga itu disulap Iskandar menjadi pundi-pundi uang. Ia harus mencari bahan plastik dengan memungut sampah. Ia mengatakan beberapa kali dianggap orang gila karena mengumpulkan sampah. “Wayang di sini saya jual minimal Rp25 ribu sampai tak terhingga. Kalau (plastik) dijual kiloan paling dapat berapa,” ucapnya.

Wayang Uwuh, Solusi Alternatif Kurangi Sampah Plastik

17 Januari 2023 08:50
Yogyakarta: Masalah sampah di perkotaan membutuhkan solusi alternatif. Salah satunya dilakukan oleh satu warga Kampung Sapen, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Iskandar Harjodimulyo membuat wayang yang dibuat dari sampah plastik, khususnya botol bekas. Wayang uwuh namanya.

Iskandar mulai membuatnya sejak menjadi relawan di kawasan Sungai Ciliwung, Jakarta pada 2013. Persoalan sampah yang mendera kawasan itu memantiknya berpikir agar bisa mencari solusi. Akhirnya terciptalah wayang uwuh.

Wayang uwuh dibuat dari sampah botol plastik yang dipotong menyesuaikan bentuknya kemudian disetrika dengan dilapisi kain. Setelah rata dibuatlah sketsa wayang sesuai karakter tokoh dan kemudian dipotong. Setelah itu dicat sesuai kebutuhan warnanya.

Iskandar mulanya bersama wayang uwuh bisa manggung di Jakarta Biennale. Setelah itu, perlahan ia menjual wayang uwuh saat kembali ke Yogyakarta.

Iskandar mengaku diundang dalam berbagai pameran berkat membuat wayang uwuh, bahkan ia juga mengikuti pameran di Tiongkok. Tak hanya pameran, ia juga menjual hasil kreativitas itu ke sejumlah negara berdasarkan pesanan, seperti Amerika, Australia, hingga Eropa.

Barang yang tak berharga itu disulap Iskandar menjadi pundi-pundi uang. Ia harus mencari bahan plastik dengan memungut sampah. Ia mengatakan beberapa kali dianggap orang gila karena mengumpulkan sampah.

“Wayang di sini saya jual minimal Rp25 ribu sampai tak terhingga. Kalau (plastik) dijual kiloan paling dapat berapa,” ucapnya.

Iskandar juga membagikan ilmu membuat wayang uwuh kepada anak-anak di sekitar rumahnya. Ia ingin generasi saat ini sejak anak-anak tak hanya bisa menghasilkan sampah.

Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

News Sampah wayang kulit Yogyakarta