Seorang gadis berusia tujuh tahun ditemukan tewas pada hari kelima pacscagempa yang melanda Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 25 November 2022. Gempa bumi magnitudo 5,6 di Cianjur hingga kini telah menewaskan 272 orang.
Seorang gadis berusia tujuh tahun ditemukan tewas pada hari kelima pacscagempa yang melanda Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 25 November 2022. Gempa bumi magnitudo 5,6 di Cianjur hingga kini telah menewaskan 272 orang.
Tim SAR menemukan jenazah Ashika Nur Fauziah, juga dikenal sebagai Cika, di bawah puing-puing rumah yang ambruk di Cugenang, wilayah episentrum gempa Cianjur.
Tim SAR menemukan jenazah Ashika Nur Fauziah, juga dikenal sebagai Cika, di bawah puing-puing rumah yang ambruk di Cugenang, wilayah episentrum gempa Cianjur.
"Jenazah segera diserahkan kepada keluarga. Keluarga menerimanya dan almarhumah kemudian dimakamkan," kata tim penyelamat Jeksen Kolibu. "Keluarga sangat histeris. Mereka sangat sedih. Sang ibulah yang menerima jenazah."
Ahmad Ashikin (kedua kiri) menangis histeris setelah putrinya, Ashika Nur Fauziah, 7, ditemukan tewas di reruntuhan rumah di Cugenang, Cianjur.
Ahmad Ashikin (kedua kiri) menangis histeris setelah putrinya, Ashika Nur Fauziah, 7, ditemukan tewas di reruntuhan rumah di Cugenang, Cianjur.

Gadis 7 Tahun Ditemukan Tewas di Hari Kelima Pascagempa Cianjur

25 November 2022 13:38
Jakarta: Seorang gadis berusia tujuh tahun ditemukan tewas pada hari kelima pacscagempa yang melanda Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 25 November 2022. Gempa bumi magnitudo 5,6 di Cianjur hingga kini telah menewaskan 272 orang.

Tim SAR menemukan jenazah Ashika Nur Fauziah, juga dikenal sebagai Cika, di bawah puing-puing rumah yang ambruk di Cugenang, wilayah episentrum gempa Cianjur.

"Jenazah segera diserahkan kepada keluarga. Keluarga menerimanya dan almarhumah kemudian dimakamkan," kata tim penyelamat Jeksen Kolibu. "Keluarga sangat histeris. Mereka sangat sedih. Sang ibulah yang menerima jenazah."

Lusinan penyelamat menghabiskan sebagian besar hari Kamis dengan menggunakan cangkul, palu, dan tangan kosong untuk membersihkan puing-puing dalam misi rumit, yang ditangguhkan semalam hingga Jumat pagi. "Cika ditemukan di bawah tiga lapisan beton," kata Kolibu.

Fokus pencarian berpusat di rumah neneknya, di seberang jalan dari rumah keluarga, tempat ibunya percaya Cika sedang bermain saat gempa terjadi.

"Dia sedang bermain di luar, saya sedang memasak di dapur, tiba-tiba gempa terjadi, begitu cepat, hanya dua detik rumah saya ambruk," kata ibunya Imas Masfahitah, 34 tahun, di lokasi kejadian, Kamis.

"Apapun yang terjadi, saya akan berusaha menerimanya," tambahnya sambil menangis sambil memegangi sandal putrinya.

Harapan akan hasil yang membahagiakan muncul setelah penyelamatan dramatis seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Azka, pada Rabu malam, yang digambarkan sebagai keajaiban, setelah bertahan tiga hari di reruntuhan tanpa makanan atau air minum.

"Ibunya sangat berharap. Azka selamat, sedangkan Cika tidak. Itu yang membuat saya sedih," kata Kolibu. AFP PHOTO/Mas Agung Wilis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

News gempa Gempa Bumi Gempa Cianjur Jawa Barat