Kebakaran sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat masih belum bisa dipadamkan. Pada hari kelima, cakupan yang terbakar bahkan makin meluas hingga 21 hektare lebih.
Kebakaran sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat masih belum bisa dipadamkan. Pada hari kelima, cakupan yang terbakar bahkan makin meluas hingga 21 hektare lebih.
Kepala UPTD Pengelola Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Arief Perdana menjelaskan, penyebab sulitnya api dipadamkan karena dalam gunungan sampah terdapat kandungan gas metan yang terus menyebar.
Kepala UPTD Pengelola Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Arief Perdana menjelaskan, penyebab sulitnya api dipadamkan karena dalam gunungan sampah terdapat kandungan gas metan yang terus menyebar.
Sejauh ini proses pemadaman dilakukan secara manual mengandalkan petugas untuk mengendalikan api. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencari solusi lain, termasuk pemadaman secara vertikal dari udara menggunakan helikopter dengan cara hujan buatan.
Sejauh ini proses pemadaman dilakukan secara manual mengandalkan petugas untuk mengendalikan api. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencari solusi lain, termasuk pemadaman secara vertikal dari udara menggunakan helikopter dengan cara hujan buatan. "Mudah-mudahan ada solusi lain. Kalau boleh dari atas jadi vertikal (pakai helikopter atau hujan buatan)," ucapnya.

Kebakaran TPA Sarimukti Meluas Hingga 21 Hektare

23 Agustus 2023 16:34
Bandung: Kebakaran sampah di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat masih belum bisa dipadamkan. Pada hari kelima, cakupan yang terbakar bahkan makin meluas hingga 21 hektare lebih.

Kepala UPTD Pengelola Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Arief Perdana menjelaskan, penyebab sulitnya api dipadamkan karena dalam gunungan sampah terdapat kandungan gas metan yang terus menyebar.

"Jadi memang agak sulit penanganan karena gas metan ini menyebar di area yang luas, tipis-tipis, tidak terakumulasi di bawah. Jadi kondisi si api nyari terus sampah walaupun sudah dibuat parit," ungkap Arief, Rabu, 23 Agustus 2023.

Arief mengungkapkan, kondisi sampah TPA Sarimukti bersifat terbuka, tidak tertutup dalam tanah sehingga gas metan bisa terlepas ke udara lebih cepat. Hanya saja, lanjut dia, masih ada yang tersimpan dalam tumpukan yang membuat api perlahan bisa menyebar, kondisi itu yang membuat api tidak membakar sekaligus secara cepat.

Ditambah lagi pembuangan puntung rokok yang diduga menjadi penyebab utama terbakarnya sampah di TPA Sarimukti pada Sabtu (19/8) meski menurutnya api tidak langsung menyala.

"Jadi memang kalau dengan sistem seperti ini memang gas metannya lepas keluar, enggak tersimpan di dalam, yang di bawah hanya sisanya saja tipis-tipis. Ini tersebar jadi begitu dibuang puntung rokoknya gak langsung nyala, gak langsung menyebar," katanya.

Sejauh ini proses pemadaman dilakukan secara manual mengandalkan petugas untuk mengendalikan api. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencari solusi lain, termasuk pemadaman secara vertikal dari udara menggunakan helikopter dengan cara hujan buatan.

"Mudah-mudahan ada solusi lain. Kalau boleh dari atas jadi vertikal (pakai helikopter atau hujan buatan)," ucapnya.

Hingga saat ini, total sembilan unit armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, serta Cianjur dikerahkan untuk memadamkan api di beberapa titik.

"Penanganan ada 9 mobil damkar, kita perkirakan akan ada 30 mobil yang datang. Kita sudah minta bantuan Damkar Karawang untuk suplai kendaraan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Barat, Bambang Imanudin ditemui di lokasi.

Disebutkan, dampak dari kebakaran TPA Sarimukti menyebabkan polisi udara di beberapa desa. "Desa Mandalasari, Rajamandala, dan Cipatat yang terdampak. Untuk hitungan orangnya sekitar 12 ribu jiwa atau 3 ribu kepala keluarga yang terdampak asap kebakaran," beber Bambang. Dok. Media Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

News kebakaran Sampah bandung Jawa Barat