Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalsel yang bersumber dari SIPONGI Kementerian Kehutanan dengan pemantauan satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20, hingga 28 Agustus 2026 tercatat 2.083 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 10.095,14 hektare dan 13.726 titik hotspot.
Banjarbaru mencatat jumlah kejadian terbanyak, yakni 421 kejadian. Sementara Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan luas lahan terdampak terbesar, yakni 2.285,72 hektare.
Pengurangan Titik Api
Karakteristik lahan gambut membuat bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran. Karena itu, pemerintah memperkuat pembasahan lahan, pasokan air, perbaikan saluran, pompa, dan patroli.Kepala BPBD Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan pengendalian karhutla membutuhkan pemantauan berkelanjutan dan penanganan terpadu.
“Setiap perkembangan di lapangan perlu menjadi perhatian agar potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti,” kata Ronny.
Di Guntung Damar, Banjarbaru, Gubernur Kalsel H. Muhidin memantau titik api dan sumber air pada 28 Agustus.
“Ini daerah gambut. Daerah gambut ini panas, baranya masih ada. Kalau terbang terbawa angin, nanti mampir lagi ke tempat yang kering dan terbakar lagi. Jadi kita terus memantau,” ujarnya.
Pemerintah juga memperkuat pasokan air menuju Embung Jokowi melalui pembersihan saluran dari Cindai Alus.
Polda Kalsel bersama GAPKI menggunakan pipa yang ditanam sekitar dua meter ke dalam gambut untuk membantu proses pembasahan. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan sekitar 50 unit pipa disiapkan untuk memperluas metode tersebut.
Komunikasi dan Edukasi
Penanganan karhutla juga diperkuat melalui komunikasi publik. Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim mengatakan media dioptimalkan untuk menyampaikan informasi terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla.Informasi mengenai titik rawan, kondisi udara, layanan kesehatan, pemadaman, dan pencegahan disampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari mitigasi.
Penegakan Hukum
Penanganan karhutla juga dilakukan melalui penegakan hukum. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut terdapat 11 perusahaan di Kalsel yang terindikasi berkaitan dengan karhutla.“Di Kalimantan Selatan terindikasi ada 11 perusahaan. Ini tidak bisa lagi kita tolerir dalam keadaan seperti sekarang,” tegasnya.
Pemerintah juga menyiapkan kewajiban pemulihan lingkungan bagi perusahaan yang terbukti melanggar.
Kolaborasi Lintas Sektor
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penanganan karhutla membutuhkan dukungan berbagai pihak.“Kita harus tangani secepat-cepatnya api dipadamkan, kemudian patroli harus dibangun sekuat-kuatnya. Tidak boleh ada lagi api muncul,” tegasnya.
Dinas PUPR Kalsel memasok air selama 24 jam untuk pembasahan di Hutan Lindung dan Guntung Damar. Suplai didukung pompa berkapasitas 250 liter per detik dan perbaikan saluran menuju Embung Jokowi.
Dinas Sosial Kalsel juga mendirikan dapur umum selama 14 hari dengan sekitar 200 porsi setiap kali masak untuk relawan.
Sementara itu, GAPKI Kalsel menyalurkan 20 ribu masker dan menyiapkan tim pemadam untuk membantu penanganan karhutla mulai 30 Agustus hingga 8 September 2026.
Salat Istisqa
Upaya teknis juga diiringi Salat Istisqa yang digelar Pemprov Kalsel di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Selasa, 25 Agustus 2026.Muhidin mengatakan modifikasi cuaca menghadapi kendala karena minimnya pertumbuhan awan hujan.
“Jadi, kita berharap mudah-mudahan dengan Salat Istisqa ini Allah memberikan hujan di Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Penanganan karhutla Kalsel dilakukan melalui pemadaman, pembasahan lahan, penguatan sumber air, patroli, edukasi, penegakan hukum, dan kolaborasi lintas sektor. Dok. Istimewa Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News