Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra (jaket hitam) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2021. Andi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait perpanjangan izin hak guna usaha sawit di Kuansing, Riau.
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra (jaket hitam) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2021. Andi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait perpanjangan izin hak guna usaha sawit di Kuansing, Riau.
Mengenakan kemeja putih berbalut jaket hitam, Andi tiba di Gedung KPK sekitar pukul 18.44 WIB.
Mengenakan kemeja putih berbalut jaket hitam, Andi tiba di Gedung KPK sekitar pukul 18.44 WIB.
Saat turun dari mobil penyidik, Andi terlihat menenteng sebuah koper berwarna ungu. Dia enggan berkomentar terkait penangkapannya dan memilih langsung masuk ke Gedung Merah Putih KPK.
Saat turun dari mobil penyidik, Andi terlihat menenteng sebuah koper berwarna ungu. Dia enggan berkomentar terkait penangkapannya dan memilih langsung masuk ke Gedung Merah Putih KPK.
Andi tiba bersama tersangka lainnya yaitu General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso (SDR). SDR juga hanya diam saat ditanya wartawan dan langsung masuk ke Gedung KPK.
Andi tiba bersama tersangka lainnya yaitu General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso (SDR). SDR juga hanya diam saat ditanya wartawan dan langsung masuk ke Gedung KPK.

Momen Bupati Kuansing Tiba di Gedung KPK

News KPK Gratifikasi kasus korupsi Penegakan Hukum OTT KPK di Riau Bupati Kuansing Andi Putra
20 Oktober 2021 20:07
Jakarta: Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu, 20 Oktober 2021. Andi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait perpanjangan izin hak guna usaha sawit di Kuansing, Riau.

Mengenakan kemeja putih berbalut jaket hitam, Andi tiba di Gedung KPK sekitar pukul 18.44 WIB.

Saat turun dari mobil penyidik, Andi terlihat menenteng sebuah koper berwarna ungu. Dia enggan berkomentar terkait penangkapannya dan memilih langsung masuk ke Gedung Merah Putih KPK.

Andi tiba bersama tersangka lainnya yaitu General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso (SDR). SDR juga hanya diam saat ditanya wartawan dan langsung masuk ke Gedung KPK.

KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka, yakni Bupati Kuansing Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso.

KPK menduga Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra (AP) menerima suap senilai Rp700 juta yang diberikan secara bertahap dari General Manager PT Adimulia Agrolestari (AA) Sudarso SDR.

Dalam konstruksi perkara itu, yang menjerat keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Kabupaten Kuansing, Riau.

"Sebagai tanda kesepakatan, sekitar bulan September 2021 diduga telah dilakukan pemberian pertama oleh SDR kepada AP uang sebesar Rp500 juta," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Selanjutnya pada 18 Oktober 2021, Sudarso diduga kembali menyerahkan uang sekitar Rp200 juta kepada Andi Putra.

Lili menjelaskan untuk keberlangsungan kegiatan usaha dari PT Adimulia Agrolestari yang sedang mengajukan perpanjangan HGU yang dimulai pada 2019 dan akan berakhir pada 2024, salah satu persyaratan untuk kembali memperpanjang HGU adalah dengan membangun kebun kemitraan minimal 20 persen dari HGU yang diajukan.

Ia mengatakan lokasi kebun kemitraan 20 persen milik PT Adimulia Agrolestari yang dipersyaratkan tersebut terletak di Kabupaten Kampar, Riau, padahal seharusnya berada di Kabupaten Kuansing.

"Agar persyaratan ini dapat terpenuhi, SDR kemudian mengajukan surat permohonan ke AP selaku Bupati Kuantan Singingi dan meminta supaya kebun kemitraan PT AA di Kampar disetujui menjadi kebun kemitraan," ujarnya lagi.
  
Selanjutnya, dilakukan pertemuan antara Sudarso dan Andi Putra.

Dalam pertemuan tersebut, kata Lili, Andi Putra menyampaikan bahwa kebiasaan dalam mengurus surat persetujuan dan pernyataan tidak keberatan atas 20 persen Kredit Koperasi Prima Anggota (KKPA) untuk perpanjangan HGU yang seharusnya dibangun di Kabupaten Kuansing dibutuhkan minimal uang Rp2 miliar.

"Diduga telah terjadi kesepakatan antara AP dengan SDR terkait adanya pemberian uang dengan jumlah tersebut," ujar Lili.  

Atas perbuatannya, tersangka Sudarso selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai penerima, Andi Putra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Medcom/Candra Yuri Nuralam

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif