Sejumlah anggota kepolisian berdoa sebelum menabur bunga di bekas lokasi tsunami di Pantai Talise, Palu, Sulawesi tengah. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Sejumlah anggota kepolisian berdoa sebelum menabur bunga di bekas lokasi tsunami di Pantai Talise, Palu, Sulawesi tengah. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Tabur bunga itu untuk mendoakan dan mengenang rekan mereka yang menjadi korban terjangan tsunami pada 28 September 2018 atau tepat dua tahun lalu. Puluhan anggota kepolisian dinyatakan hilang pada peristiwa tersebut. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Tabur bunga itu untuk mendoakan dan mengenang rekan mereka yang menjadi korban terjangan tsunami pada 28 September 2018 atau tepat dua tahun lalu. Puluhan anggota kepolisian dinyatakan hilang pada peristiwa tersebut. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Seorang ibu menaburkan bunga ke laut di bekas lokasi tsunami, di Pantai Teluk Palu, Sulawesi tengah. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Seorang ibu menaburkan bunga ke laut di bekas lokasi tsunami, di Pantai Teluk Palu, Sulawesi tengah. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Pelaksana Tugas Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu (keempat kanan) saat berziarah ke makam massal korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi, di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Pelaksana Tugas Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu (keempat kanan) saat berziarah ke makam massal korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi, di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Ziarah tersebut untuk mengenang serta mendoakan para korban bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September 2018 yang mengakibatkan ribuan warga meninggal dunia. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Ziarah tersebut untuk mengenang serta mendoakan para korban bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September 2018 yang mengakibatkan ribuan warga meninggal dunia. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Seorang anak mencium nisan makam keluarganya saat berziarah ke makam massal korban bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Seorang anak mencium nisan makam keluarganya saat berziarah ke makam massal korban bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Seorang warga memegang nisan makam sahabatnya saat berziarah ke makam massal korban bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Seorang warga memegang nisan makam sahabatnya saat berziarah ke makam massal korban bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA Foto/Mohamad Hamzah
Warga melintas di depan puing rumah yang hancur akibat tsunami dan belum dirobohkan di Palu, Sulawesi tengah. Setelah dua tahun bencana, sejumlah bangunan yang rusak belum dibersihkan. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Warga melintas di depan puing rumah yang hancur akibat tsunami dan belum dirobohkan di Palu, Sulawesi tengah. Setelah dua tahun bencana, sejumlah bangunan yang rusak belum dibersihkan. ANTARA Foto/Basri Marzuki
Warga menikmati pemandangan di dekat masjid terapung yang amblas ke laut akibat diterjang tsunami di pantai Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah. Setelah dua tahun bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Sigi dan Donggala 28 September 2018 yang menelan korban lebih dari 5.000 jiwa, garis pantai di masjid yang telah dijadikan dijadikan
Warga menikmati pemandangan di dekat masjid terapung yang amblas ke laut akibat diterjang tsunami di pantai Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah. Setelah dua tahun bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Sigi dan Donggala 28 September 2018 yang menelan korban lebih dari 5.000 jiwa, garis pantai di masjid yang telah dijadikan dijadikan "memorial park" itu kini telah dibentengi dengan tanggul untuk menahan abrasi dan gelombang tsunami. ANTARA Foto/Basri Marzuki

Mengenang 2 Tahun Bencana Gempa & Tsumani Palu

News gempa
28 September 2020 21:03
Palu: Pada 28 September 2018, pukul 18.02 WITA, gempa bermagnitudo 7,4 yang kemudian disusul dengan gelombang tsunami 5 meter menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Pusat gempa dilaporkan berada 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut Kota Palu.

Setelah dua tahun bencana yang menelan korban lebih dari 5.000 jiwa, sejumlah bangunan yang rusak belum dibersihkan.

Tercatat, ada 66.390 rumah rusak. Bencana alam ini merupakan salah satu yang terparah. Sebab, gempa bumi tersebut menyebabkan tsunami lima meter dan likuefaksi (pencairan tanah) yang membuat tanah berjalan menghancurkan rumah serta menelan ribuan korban.

Hari ini, Senin, 28 September 2020, sejumlah keluarga korban mengenang kembali persitiwa yang terjadi dua tahun lalu itu dengan mendatangi lokasi bencana dan berdoa untuk keselamatan korban. 

Selain itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, berziarah ke makam massal korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi, di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA Foto

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif