Upaya menghadirkan wajah perbatasan Indonesia yang lebih utuh kepada publik terus diperkuat. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggelar Workshop Strategi Publikasi dan Pengelolaan Hubungan Media Kawasan Perbatasan Negara pada Rabu, 15 April 2026, sebagai ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman dalam mengelola komunikasi publik yang lebih efektif.
Upaya menghadirkan wajah perbatasan Indonesia yang lebih utuh kepada publik terus diperkuat. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggelar Workshop Strategi Publikasi dan Pengelolaan Hubungan Media Kawasan Perbatasan Negara pada Rabu, 15 April 2026, sebagai ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman dalam mengelola komunikasi publik yang lebih efektif.
Kegiatan ini menjadi langkah untuk meningkatkan kemampuan aparatur di kawasan perbatasan, khususnya dalam menyusun naskah kreatif dan memproduksi konten media sosial yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki daya tarik dan dampak yang lebih luas.
Kegiatan ini menjadi langkah untuk meningkatkan kemampuan aparatur di kawasan perbatasan, khususnya dalam menyusun naskah kreatif dan memproduksi konten media sosial yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki daya tarik dan dampak yang lebih luas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, menekankan pentingnya peran media dalam membentuk narasi tentang perbatasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, menekankan pentingnya peran media dalam membentuk narasi tentang perbatasan.

​BNPP Dorong Konten Kreatif untuk Ceritakan Wajah Perbatasan Indonesia

16 April 2026 16:25
Jakarta: Upaya menghadirkan wajah perbatasan Indonesia yang lebih utuh kepada publik terus diperkuat. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggelar Workshop Strategi Publikasi dan Pengelolaan Hubungan Media Kawasan Perbatasan Negara pada Rabu, 15 April 2026, sebagai ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman dalam mengelola komunikasi publik yang lebih efektif.

Kegiatan ini menjadi langkah untuk meningkatkan kemampuan aparatur di kawasan perbatasan, khususnya dalam menyusun naskah kreatif dan memproduksi konten media sosial yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki daya tarik dan dampak yang lebih luas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, menekankan pentingnya peran media dalam membentuk narasi tentang perbatasan.

“Media bisa berbicara untuk sejarah dan menggambarkan apa yang telah dilakukan rekan-rekan BNPP RI di perbatasan. Kita sudah bekerja keras menyejahterakan masyarakat dan menjaga batas negara, namun terkadang belum tersampaikan dengan baik kepada publik,” kata Belly Isnaeni.

Menurutnya, publikasi tidak cukup hanya menampilkan kegiatan seremonial, tetapi perlu menghadirkan data, konteks, serta sudut pandang yang lebih luas agar pesan yang disampaikan benar-benar bermakna.

“Perbatasan adalah beranda terdepan negara. Jika berandanya tidak kita kelola dengan baik, maka persepsi publik juga tidak akan baik. Workshop ini menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kompetensi publikasi agar rilis dan konten yang dihasilkan lebih bermakna,” jelasnya.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi praktis, mulai dari teknik penulisan hingga produksi konten. Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Komunikasi dan Digital, Helmi Fajar, memaparkan lima pendekatan dalam penulisan naskah, mulai dari informasional hingga storytelling.

“Teknik informasional bertujuan menyampaikan informasi secara cepat dan mudah dikonsumsi publik, sifatnya satu arah dan tidak untuk mengubah perilaku. Namun, fokus utama kita hari ini adalah teknik penulisan storytelling,” ungkap Helmi.

Ia menjelaskan bahwa storytelling memiliki kekuatan untuk membangun kedekatan emosional dengan audiens, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan diingat.

Sementara itu, praktisi media sekaligus content creator, Yogi Purwanto, membagikan pengalaman teknis dalam produksi konten visual. Ia mengulas teknik berbicara di depan kamera hingga proses pengambilan gambar dan editing.

“Berbicara di depan kamera membutuhkan persiapan matang, mulai dari penguasaan materi, volume suara yang jelas, hingga ekspresi dan bahasa tubuh yang sesuai dengan karakter konten,” jelas Yogi.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknik dasar seperti pencahayaan, pengambilan audio, sudut kamera, hingga proses editing sederhana menggunakan perangkat yang mudah diakses.

Melalui kegiatan ini, BNPP RI berharap narasi tentang kawasan perbatasan tidak hanya hadir sebagai informasi, tetapi juga sebagai cerita yang mampu menggambarkan upaya nyata pembangunan dan kehidupan masyarakat di wilayah terdepan Indonesia. Upaya ini sekaligus memperkuat citra perbatasan sebagai beranda negara yang terus berkembang dan memberi makna bagi Indonesia secara keseluruhan. Dok. Istimewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News BNPP konten kreatif Perbatasan Indonesia