Bakal calon presiden (Bacapres) nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan hadir dalam Mujadalah Kiai Kampung di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 18 November 2023. Anies disambut kiai kampung sekaligus mendapatkan masukan, ide, gagasan yang sebaiknya dikerjakan untuk memperbaiki kondisi masyarakat sebagai bekal perjalanan ke depan.
Bakal calon presiden (Bacapres) nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan hadir dalam Mujadalah Kiai Kampung di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 18 November 2023. Anies disambut kiai kampung sekaligus mendapatkan masukan, ide, gagasan yang sebaiknya dikerjakan untuk memperbaiki kondisi masyarakat sebagai bekal perjalanan ke depan.
"Terima kasih saya diundang, memang diniatkan untuk datang, jangan sampai tidak datang walaupun terlambat, walaupun semalam. Hari ini luar biasa, pagi di Sentul, siang di Makassar, sore terbang ke Malang. Besok pagi acara di Jawa Barat," tegas Anies yang datang bersama rombongan.
Anies berterima kasih kepada para kiai yang senantiasa menjaga iman dan akhlak. Menurut dia, para kiai berada di tempat-tempat tidak tersohor, tetapi tempat itu menjadi sumur pahala yang tidak akan berhenti alirannya.
Anies berterima kasih kepada para kiai yang senantiasa menjaga iman dan akhlak. Menurut dia, para kiai berada di tempat-tempat tidak tersohor, tetapi tempat itu menjadi sumur pahala yang tidak akan berhenti alirannya.
Pada kesempatan itu, ia menerima hasil resolusi Mujadalah Kiai Kampung yang menuntut adanya keberpihakan secara bertanggung jawab pada sistem pendidikan sehingga menjamin kesejahteraan guru. Usulannya, 20% dana desa dari pemerintah nantinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pada kesempatan itu, ia menerima hasil resolusi Mujadalah Kiai Kampung yang menuntut adanya keberpihakan secara bertanggung jawab pada sistem pendidikan sehingga menjamin kesejahteraan guru. Usulannya, 20% dana desa dari pemerintah nantinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Anies Hadiri Mujadalah Kiai Kampung di Malang

19 November 2023 08:24
Malang: Bakal calon presiden (Bacapres) nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan hadir dalam Mujadalah Kiai Kampung di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 18 November 2023. Anies disambut kiai kampung sekaligus mendapatkan masukan, ide, gagasan yang sebaiknya dikerjakan untuk memperbaiki kondisi masyarakat sebagai bekal perjalanan ke depan.

"Terima kasih saya diundang, memang diniatkan untuk datang, jangan sampai tidak datang walaupun terlambat, walaupun semalam. Hari ini luar biasa, pagi di Sentul, siang di Makassar, sore terbang ke Malang. Besok pagi acara di Jawa Barat," tegas Anies yang datang bersama rombongan.

Anies berterima kasih kepada para kiai yang senantiasa menjaga iman dan akhlak. Menurut dia, para kiai berada di tempat-tempat tidak tersohor, tetapi tempat itu menjadi sumur pahala yang tidak akan berhenti alirannya.

Selain ingin mendapatkan masukan para kiai, ia juga mengungkapkan nilai dari prinsip memegang kewenangan.

"Memegang kewenangan bukan berarti memiliki pengetahuan. Memegang kewenangan bukan berarti tahu jalan keluar. Memegang kewenangan artinya mau membuka telinga, mata, untuk mendengar, meresap menjadikan itu
sebagai kebijakan. Itu prinsip yang ingin kita pegang," katanya.

Anies melanjutkan, jadi prinsipnya adalah semua yang sudah baik harus diteruskan. Termasuk bantuan sosial yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

"Bukan hanya diteruskan, tetapi diberi plus memastikan sampai pada yang seharusnya, dan memastikan tidak pada orang yang tidak seharusnya. sehingga itu menjadi rapi, karena kita di lapangan sering menemukan
keluhan," ujarnya.

Anies menekankan empat hal dalam perubahan sebagai kesatuan utuh, yaitu meningkatkan yang baik, mengoreksi yang kurang, menghentikan yang salah serta membawa yang baru dan belum dikerjakan.

Pada kesempatan itu, ia menerima hasil resolusi Mujadalah Kiai Kampung yang menuntut adanya keberpihakan secara bertanggung jawab pada sistem pendidikan sehingga menjamin kesejahteraan guru. Usulannya, 20% dana
desa dari pemerintah nantinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Selanjutnya, menuntut pelayanan kesehatan yang setara di seluruh Indonesia terutama di perdesaan. Sehingga perlu bank desa agar warga desa mendapatkan pelayanan prima tanpa birokrasi berbelit. Terakhir, menjamin ketersediaan pupuk melalui sistem perbankan tanpa menyulitkan petani.

Solusi semua itu, menuntut peran kepemimpinan demi terwujudnya NKRI yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. MI/Bagus Suryo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Anies Baswedan Pendidikan kesehatan Jawa Timur