Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, dapat segera direalisasikan.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, dapat segera direalisasikan.
Ela menyatakan pemerintah daerah, termasuk dirinya, telah berulang kali meninjau lokasi tersebut.
Ela menyatakan pemerintah daerah, termasuk dirinya, telah berulang kali meninjau lokasi tersebut.
“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela saat diwawancarai, Sabtu, 1 Februari 2026.
“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela saat diwawancarai, Sabtu, 1 Februari 2026.
Ia berharap pembangunan Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus menjadi langkah awal penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara menyeluruh di wilayah tersebut.
Ia berharap pembangunan Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus menjadi langkah awal penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara menyeluruh di wilayah tersebut.

Bupati Lampung Timur Pastikan Pembangunan Jembatan di Desa Kali Pasir Terealisasi

02 Februari 2026 17:54
Lampung Timur: Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, dapat segera direalisasikan. Ela menyatakan pemerintah daerah, termasuk dirinya, telah berulang kali meninjau lokasi tersebut. 

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela saat diwawancarai, Sabtu, 1 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk lewat skema bantuan presiden. Namun hingga kini, pembangunan tersebut belum terealisasi karena keterbatasan anggaran.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, Ela menyebut respons lintas instansi mulai berjalan. Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum telah meninjau langsung lokasi penyeberangan sungai tersebut.

Sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih.

“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” kata Ela.

Menurut rencana, Jembatan Merah Putih akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah melakukan koordinasi dan dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis.

“BPJN sudah berkoordinasi dan akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” ujarnya.

Untuk pembangunan jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur baru mampu mengalokasikan sekitar Rp18,99 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan pemerintah pusat.

Ela menegaskan penanganan wilayah tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.

“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya.

Derasnya arus sungai juga kerap menyebabkan tanggul longsor sehingga banjir berulang. Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen perlu didahului penyusunan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi aman dan berkelanjutan.

Ia berharap pembangunan Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus menjadi langkah awal penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara menyeluruh di wilayah tersebut. Dok. Pemkab Lampung Timur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Bupati Lampung pembangunan desa