Solo: Seorang pria tua Senin, 20 November 2023 tengah malam, kepergok menempelkan tulisan bernada provokatif di lembaran kardus di gerobak motor yang mampir di kawasan Jl Jendral Sudirman, atau persis di depan Balai Kota Solo.
Sejumlah narasi dengan warna merah darah di lembaran kardus yang lumayan besar itu berbunyi: 'PDIP/Megawati Hobi Pelaku Macak Korban', lalu 'Kau Hina Presiden Terbaik Kami', dan 'Kami Loyalis Jokowi, Kami ingin Melihat Megawati Tanpa Nama Soekarno Bisa Apa' serta 'Mahfud MD Jadi Setan Demi Kekuasaan'.
Selain provokatif dan tulisan yang ditempel digerobak itu mengandung ujaran kebencian. Beberapa warga yang memergoki pun, langsung menghentikan ulah pria tua yang mengaku bernamaJames Saksi Alim Papaat dari Magelang.
Wakil Ketua DPC PDIP Solo, YA Sukasno mengaku heran dengan ulah seorang tua, yang membawa sejumlah narasi ujaran kebencian untuk Megawati dan Mahfud MD di Solo.
Dalam kotak bok motor ada sound system kecil. "Masyarkat yang membaca tulisan itu banyak yang protes, kemudian laporan sama saya. Tapi orang itu kekeuh tidak mau pergi," kata dia.
Meski orang tua itu berdalih tidak terima dengan Presiden Jokowi belakangan dihina, tetapi Sukasno tidak habis mengerti, mengapa narasi yang bisa menggugah kemarahan itu dibawa ke Solo.
"Jadi itu di depan Balaikota yang menjadi kantor Wali Kota Solo. Ini tulisan membawa pesan yang tidak baik, dan bisa mengundang kemarahan. Saya tidak menuduh orang tua itu disuruh, tetapi biarlah kita serahkan kasus ujaran kebencian ini kepada polisi," tukas politisi PDIP Solo itu.
Kejadian tengah malam memang tidak dijumpai banyak orang. Namun bagi PDIP, narasi yang dibawa itu cukup meresahkan, karena cukup menghina Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan menyangkut nama Mahfud MD, yang menjadi Paslon nomor 3 yang dijagokan PDIP.
"Tetapi pasti PDIP Solo tidak akan terpancing. Namun demikian semua sudah kita serahkan kepada polisi, untuk diproses," sergah Sukasno yang saat ini menjadi Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Solo.
James Saksi Alim Papaat yang nekat membawa narasi bernada hinaan itu mengaku warga di Paten Jurang, RT 02 RW 17, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Dia tidak membawa identitas apa pun baik KTP maupun SIM, dan sempat mengaku sebagai warga Sumatera.
James akhirnya melepas berbagai tulisan yang tidak mengenakkan itu, sebelum dibawa petugas ke Polsek Pasar Kliwon.
"Biar diproses polisi, dan warga Solo kita serukan agar tidak terprovokasi," pungkas Sukasno
Terpisah Kapolsek Pasar Kliwon AKP Sugiyanto membenarkan peristiwa yang bisa meresahkan masyarakat tersebut. "Namun tidak kita amankan di Polsek, dan langsung kita serahkan ke Satpol PP," ujar dia.
Alasan tidak diproses polisi, karena dari permasalahan yang dibawa James tersebut, lebih kepada masalah ketertiban umum. "Yang pas ya ke Satpol PP," kata Sugiyanto singkat. MI/Widjajadi Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News