Warga yang berada di wilayah Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur berebut minyak tanah saat digelar operasi pasar yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Bulog Cabang Maumere, Depot PT. Pertamina Maumere dan Distributor Minyak Tanah, di Kantor Kelurahan Kota Uneng, Rabu, 30 November 2022.
Warga yang berada di wilayah Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur berebut minyak tanah saat digelar operasi pasar yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Bulog Cabang Maumere, Depot PT. Pertamina Maumere dan Distributor Minyak Tanah, di Kantor Kelurahan Kota Uneng, Rabu, 30 November 2022.
Untuk mendapatkan minyak tanah yang dijual dengan harga Rp4.000 per liter warga harus mengantre terlebih dahulu dan menunjukkan kartu Keluarga serta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun ada sebagian warga kecewa karena tak kebagian meski telah lama menunggu.
Untuk mendapatkan minyak tanah yang dijual dengan harga Rp4.000 per liter warga harus mengantre terlebih dahulu dan menunjukkan kartu Keluarga serta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun ada sebagian warga kecewa karena tak kebagian meski telah lama menunggu.

Operasi Pasar Minyak Tanah Diserbu Warga Sika

30 November 2022 14:14
Sikka: Warga yang berada di wilayah Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur berebut minyak tanah saat digelar operasi pasar yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Bulog Cabang Maumere, Depot PT. Pertamina Maumere dan Distributor Minyak Tanah, di Kantor Kelurahan Kota Uneng, Rabu, 30 November 2022.

Kelangkaan minyak tanah sudah terjadi satu bulan lebih. Saat operasi pasar dibuka, warga berbondong-bondong memenuhi halaman Kantor Lurah Kota Uneng untuk mendapatkan minyak tanah yang dijual dengan harga Rp4.000 per liter.

Warga tidak bisa langsung membelinya namun harus mengantre terlebih dahulu dan menunjukkan kartu Keluarga serta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun ada sebagian warga kecewa karena tak kebagian meski telah lama menunggu.

Salah satu warga, Theresia mengaku sudah berhari-hari kehabisan stok minyak tanah. Saat mendapat informasi ada operasi pasar di Kantor Kelurahan Kota Uneng, dirinya langsung datang demi mendapatkan minyak tanah untuk kebutuhan memasak di rumah.

"Kalau mau beli,harus tunjukkan kartu keluarga atau KTP agar bisa dilayani. Harga minyak tanah dijual dalam operasi pasar ini dengan harga Rp 4.000. Sementara kalau diluar dijual dengan harga Rp 9.000 per liter," ungkap dia.

Dirinya juga menambahkan sudah dari pagi mengantre, namun namanya belum dipanggil-panggil juga. 

"Saya sudah dari tadi pagi hingga siang ini, nama saya belum dipanggil-panggil. Soalnya banyak orang sekali. Jadi menunggu saja," pungkas Theresia. MI/Gabriel Langga

(WWD)

News NTT

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif