Untuk mengurangi risiko kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Ciangir, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Dinas Lingkungan bersama Komunitas Forum Panglayungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya melakukan penyemprotan cairan ekoenzim.
Untuk mengurangi risiko kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Ciangir, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Dinas Lingkungan bersama Komunitas Forum Panglayungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya melakukan penyemprotan cairan ekoenzim.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Deni Dyana mengatakan, musim kemarau yang terjadi di berbagai daerah Dinas Lingkungan Hidup bersama Komunitas Forum Panglayungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama ini berupaya melakukan penyemprotan cairan ekoenzim.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Deni Dyana mengatakan, musim kemarau yang terjadi di berbagai daerah Dinas Lingkungan Hidup bersama Komunitas Forum Panglayungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama ini berupaya melakukan penyemprotan cairan ekoenzim.
Penyemprotan tersebut, dilakukannya untuk mengurangi risiko kebakaran di area tempat pembuangan akhir (TPA) Ciangir.
Penyemprotan tersebut, dilakukannya untuk mengurangi risiko kebakaran di area tempat pembuangan akhir (TPA) Ciangir.
"Penyemprotan cairan ekoenzim yang berada di area tempat pembuangan sampah akhir dalam rangka mengurangi kadar gas metan yang sangat berbahaya terjadinya kebakaran di area TPA. Namun, gas metan bila sedikit terkena api akan menimbulkan api yang cukup besar sehingga bisa menyababkan kebakaran dan memang sampah tersebut mengandung gas metan yang sangat rentan jika terkena api, apalagi diimusim kemarau seperti sekarang," katanya, Rabu, 30 Agustus 2023.

Cegah Kebakaran di Area TPA Ciangir, DLH Tasikmalaya Semprotkan Ekoenzim

30 Agustus 2023 17:51
Tasikmalaya: Untuk mengurangi risiko kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Ciangir, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Dinas Lingkungan bersama Komunitas Forum Panglayungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya melakukan penyemprotan cairan ekoenzim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Deni Dyana mengatakan, musim kemarau yang terjadi di berbagai daerah Dinas Lingkungan Hidup bersama Komunitas Forum Panglayungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama ini berupaya melakukan penyemprotan cairan ekoenzim. 

Penyemprotan tersebut, dilakukannya untuk mengurangi risiko kebakaran di area tempat pembuangan akhir (TPA) Ciangir.

"Penyemprotan cairan ekoenzim yang berada di area tempat pembuangan sampah akhir dalam rangka mengurangi kadar gas metan yang sangat berbahaya terjadinya kebakaran di area TPA. Namun, gas metan bila sedikit terkena api akan menimbulkan api yang cukup besar sehingga bisa menyababkan kebakaran dan memang sampah tersebut mengandung gas metan yang sangat rentan jika terkena api, apalagi diimusim kemarau seperti sekarang," katanya, Rabu, 30 Agustus 2023.

Deni mengatakan, menyemprotkan ekoenzim yang dilakukannya guna mengurangi potensi kebakaran di TPA pada musim kemarau dan meminta kepada masyarakat di lingkungan TPA jangan sekali-kali menyalakan api di atas tumpukan sampah termasuknya membuang puntung rokok yang masih menyala. Namun, selain mengantisipasi terjadinya kebakaran di area TPA sampah, penyemprotan ekoenzim juga dalam upaya mengurangi bau sampah dan mengurangi polusi udara sehingga polusi udara bisa direduksi.

"Penyemprotan ekoenzim bisa menghilangkan bau dari sampah dan mempengaruhi terhadap kualitas udara sekitar TPA. Dalam kegiatan ini, baru pertama kali dilakukannya 10 ribu liter dan penyemprotan dilakukan sekitar area TPA Ciangir yang dilakukan oleh BPBD. Akan tetapi, untuk hasil penyemprotan akan melakukan uji kualitas udara di sekitar lingkungan dan kalau tingkat pencemaran belum turun maka akan terus lakukan lagi," ujarnya.

Ia mengeklaim, kondisi udara masih terbilang baik tetapi tidak akan bertahan jika tidak ada upaya untuk menjaganya, mengingat polusi yang ada harus ditangani dan dipertahankan salah satunya dengan menyemprotan cairan. Karena, ekoenzim memiliki banyak manfaat dan cara membuatnya terbilang mudah dan murah. 

"Para pegiat lingkungan telah memproduksi ekoenzim dari limbah sayuran dan buah yang masih segar hingga kemudian difermentasi selama empat bulan untuk dijadikan larutan. Namun, cairan yang disemprotkan di area TPA bisa menjadi solusi sampah organik karena manfaatnya sangat banyak, di antaranya untuk memperbaiki kualitas udara hingga selama ini tidak berbahaya untuk makhluk hidup," paparnya. MI/Adi Kristiadi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News kebakaran Sampah Jawa Barat