Penyintas kanker yaitu Susanto Tan (kiri) dan anaknya Celine memegang kertas bertuliskan membutuhkan masker, di kediaman mereka di Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 6 Maret 2020.
Penyintas kanker yaitu Susanto Tan (kiri) dan anaknya Celine memegang kertas bertuliskan membutuhkan masker, di kediaman mereka di Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 6 Maret 2020.
Penyintas kanker nasofaring sejak 2018 Susanto Tan (46) dan penyintas kanker leukemia sejak 2016 Celine (6) menyatakan kesulitan mencari masker dengan harga normal yaitu sekitar Rp23 ribu per kotak pasca virus korona terdeteksi di Indonesia karena harganya melonjak pesat. Padahal mereka sangat membutuhkan masker karena memiliki kondisi tubuh yang rentan terhadap debu, polusi, asap rokok, dan bau menyengat.
Penyintas kanker nasofaring sejak 2018 Susanto Tan (46) dan penyintas kanker leukemia sejak 2016 Celine (6) menyatakan kesulitan mencari masker dengan harga normal yaitu sekitar Rp23 ribu per kotak pasca virus korona terdeteksi di Indonesia karena harganya melonjak pesat. Padahal mereka sangat membutuhkan masker karena memiliki kondisi tubuh yang rentan terhadap debu, polusi, asap rokok, dan bau menyengat.

Derita Penyintas Kanker karena Langka Masker

News kanker masker Virus Korona
07 Maret 2020 14:06
Pontianak: Ramainya pemberitaan warga Indonesia yang terjangkit virus korona jenis baru (covid-19) membuat keberadaan masker di sejumlah daerah menjadi langka. Jika ada harganya pun melambung tinggi.

Salah satu dampaknya membuat para penyintas kanker kesulitan mencari masker dengan harga normal yaitu sekitar Rp23 ribu per kotak.

Padahal mereka sangat membutuhkan masker karena memiliki kondisi tubuh yang rentan terhadap debu, polusi, asap rokok, dan bau menyengat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif