Pekerja sedang menutup rel trem yang ditemukan di proyek MRT Fase 2A segmen CP-203 (Glodok-Kota), Kawasan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu, 29 Desember 2021.
Pekerja sedang menutup rel trem yang ditemukan di proyek MRT Fase 2A segmen CP-203 (Glodok-Kota), Kawasan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu, 29 Desember 2021.
Pekerja menemukan rel trem peninggalan Belanda di lokasi proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota. Lokasi tepatnya berada di bawah jalur TransJakarta atau di Jalan Pintu Besar Selatan yang ditemukan pada Desember 2021.
Pekerja menemukan rel trem peninggalan Belanda di lokasi proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota. Lokasi tepatnya berada di bawah jalur TransJakarta atau di Jalan Pintu Besar Selatan yang ditemukan pada Desember 2021.
Rel trem peninggalan Belanda yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1.800-an tersebut ditemukan saat penggalian di kedalaman 15-110 sentimeter (cm) dari permukaan jalan. Arkeolog memperkirakan rel trem tersebut mengarah ke Stasiun Kota.
Rel trem peninggalan Belanda yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1.800-an tersebut ditemukan saat penggalian di kedalaman 15-110 sentimeter (cm) dari permukaan jalan. Arkeolog memperkirakan rel trem tersebut mengarah ke Stasiun Kota.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Junus Satrio Atmodjo mengungkapkan, rel trem peninggalan Belanda yang ditemukan dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A merupakan rel trem tertua di Indonesia.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Junus Satrio Atmodjo mengungkapkan, rel trem peninggalan Belanda yang ditemukan dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A merupakan rel trem tertua di Indonesia.

Penemuan Rel Trem Tertua di Indonesia

News DKI Jakarta mrt transportasi sejarah
29 Desember 2021 17:19
Jakarta: Pekerja menemukan rel trem peninggalan Belanda di lokasi proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota. Lokasi tepatnya berada di bawah jalur TransJakarta atau di Jalan Pintu Besar Selatan yang ditemukan pada Desember 2021.

Rel trem peninggalan Belanda yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1.800-an tersebut ditemukan saat penggalian di kedalaman 15-110 sentimeter (cm) dari permukaan jalan. Arkeolog memperkirakan rel trem tersebut mengarah ke Stasiun Kota.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Junus Satrio Atmodjo mengungkapkan, rel trem peninggalan Belanda yang ditemukan dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A merupakan rel trem tertua di Indonesia.

Arkeolog yang menjadi konsultan dalam proyek MRT Fase 2A tersebut mengatakan, rel kereta pertama dalam sistem perkeretapian di Indonesia itu dibangun pada tahun 1869 yang menghubungkan Kota Semarang dengan Stasiun Tanggung.

"Dua tahun setelah itu, dibangun rel trem di Jakarta. Jadi yang kita hadapi sekarang adalah rel trem yang tertua di Indonesia," kata Junus dalam diskusi virtual di Jakarta.

Junus menjelaskan, meski trem listrik di Jakarta sudah tidak digunakan lagi, rel trem tersebut tidak pernah dihapus dan dihilangkan, melainkan dibenamkan di bawah jalan.

Rel trem ini sebenarnya sudah ditemukan sebelumnya di dekat Museum Fatahillah. "Jadi kita bisa memperkirakan bahwa rel trem yang sama juga akan kita temukan di lokasi pembangunan stasiun," ujarnya.

Junus menambahkan, sejak penggalian dilakukan pada Oktober, sebagian rel trem sudah muncul ke permukaan.  

Seluruh kondisi rel trem tersebut juga dinilai masih dalam keadaan baik untuk kemudian dipindahkan, disimpan, dan dikonservasi. MI/Andri Widiyanto

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif