Direktur Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mulyanto yang juga menjadi salah seorang peneliti (kiri) mengawasi pembuatan prototipe alat tes diagnostik cepat (rapid test) RI-GHA Covid-19 di Laboratorium Hepatika Bumi Gora di Mataram, NTB.
Direktur Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mulyanto yang juga menjadi salah seorang peneliti (kiri) mengawasi pembuatan prototipe alat tes diagnostik cepat (rapid test) RI-GHA Covid-19 di Laboratorium Hepatika Bumi Gora di Mataram, NTB.

Alat rapid test RI-GHA (Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga) Covid-19 tersebut merupakan produk dalam negeri yang melibatkan para peneliti dari Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram.
Alat rapid test RI-GHA (Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga) Covid-19 tersebut merupakan produk dalam negeri yang melibatkan para peneliti dari Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram.
Alat tes tersebut saat ini masih dalam tahap uji validasi di Jawa Tengah yang membutuhkan waktu sebulan, sehingga akhir Juni ditargetkan sudah bisa diproduksi secara massal.
Alat tes tersebut saat ini masih dalam tahap uji validasi di Jawa Tengah yang membutuhkan waktu sebulan, sehingga akhir Juni ditargetkan sudah bisa diproduksi secara massal.

Alat Rapid Test Covid-19 Dalam Negeri Segera Diproduksi Massal

News Virus Korona
01 Juni 2020 16:50
Mataram: Direktur Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mulyanto yang juga menjadi salah seorang peneliti (kiri) mengawasi pembuatan prototipe alat tes diagnostik cepat (rapid test) RI-GHA Covid-19 di Laboratorium Hepatika Bumi Gora di Mataram, NTB, Senin, 1 Juni 2020. 

Alat rapid test RI-GHA (Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga) Covid-19 tersebut merupakan produk dalam negeri yang melibatkan para peneliti dari Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram. 

Alat tes tersebut saat ini masih dalam tahap uji validasi di Jawa Tengah yang membutuhkan waktu sebulan, sehingga akhir Juni ditargetkan sudah bisa diproduksi secara massal. ANTARA Foto/Ahmad Subaidi
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif