Puluhan rumah di tiga desa di Kecamatan Ujung Loe Bulukumba Sulawesi-Selatan dilanda banjir bandang.
Puluhan rumah di tiga desa di Kecamatan Ujung Loe Bulukumba Sulawesi-Selatan dilanda banjir bandang.
Wilayah yang terparah yang dilanda banjir adalah Desa Manyampa, dimana ada sekitar 50 rumah terendam banjir setinggi satu meter, sementara di desa lainnya seperti Manjalling dan Desa Tamatto sekitar 30 rumah juga dilanda banjir.
Wilayah yang terparah yang dilanda banjir adalah Desa Manyampa, dimana ada sekitar 50 rumah terendam banjir setinggi satu meter, sementara di desa lainnya seperti Manjalling dan Desa Tamatto sekitar 30 rumah juga dilanda banjir.
Bukan hanya itu banjir juga merusak sekitar 300 hektar sawah dan 900 tambak milik warga.
Bukan hanya itu banjir juga merusak sekitar 300 hektar sawah dan 900 tambak milik warga.
Hingga saat ini belum ada pihak pemerintah yang turun ke lokasi, padahal saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan utamanya makanan dan tenda.
Hingga saat ini belum ada pihak pemerintah yang turun ke lokasi, padahal saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan utamanya makanan dan tenda.
Penyebab banjir sendiri ini selain karena intensitas hujan yang tinggi dan selama dua hari terakhir juga akibat tidak adanya saluran air untuk mengalirkan air ke sungai atau ke laut.
Penyebab banjir sendiri ini selain karena intensitas hujan yang tinggi dan selama dua hari terakhir juga akibat tidak adanya saluran air untuk mengalirkan air ke sungai atau ke laut.

Banjir Bandang Rendam Ratusan Hektar Sawah dan Rumah di Bulukumba

25 Juni 2023 12:39
Sulawesi Selatan: Puluhan rumah di tiga desa di Kecamatan Ujung Loe Bulukumba Sulawesi-Selatan dilanda banjir bandang.

Wilayah yang terparah yang dilanda banjir adalah Desa Manyampa, dimana ada sekitar 50 rumah terendam banjir setinggi satu meter, sementara di desa lainnya seperti Manjalling dan Desa Tamatto sekitar 30 rumah juga dilanda banjir.

Bukan hanya itu banjir juga merusak sekitar 300 hektar sawah dan 900 tambak milik warga.

Para korban mengaku memilih bertahan karena tidak ada tempat untuk mengungsi.

Hingga saat ini belum ada pihak pemerintah yang turun ke lokasi, padahal saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan utamanya makanan dan tenda.

Kerugian akibat banjir ini ditaksir milyaran rupiah.

Penyebab banjir sendiri ini selain karena intensitas hujan yang tinggi dan selama dua hari terakhir juga akibat tidak adanya saluran air untuk mengalirkan air ke sungai atau ke laut. MetroTV/Ifa Musdalifa


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News banjir banjir bandang bencana alam Sulawesi Selatan