Akademik Lomonosov berlayar meninggalkan Murmansk. PLTN ini akan berlayar sejauh 5.000 km dari pelabuhan Murmansk, Kutub Utara ke Chukotka di timur jauh.
Akademik Lomonosov berlayar meninggalkan Murmansk. PLTN ini akan berlayar sejauh 5.000 km dari pelabuhan Murmansk, Kutub Utara ke Chukotka di timur jauh.
Badan nuklir Rosenergoatom menyatakan, karena Akademik Lomonosov dapat bergerak, PLTN ini bisa meningkatkan pasokan ke daerah-daerah terpencil.
Badan nuklir Rosenergoatom menyatakan, karena Akademik Lomonosov dapat bergerak, PLTN ini bisa meningkatkan pasokan ke daerah-daerah terpencil.
Salah satu tujuannya adalah memang untuk memasok kompleks pertambangan Chaun-Bilibin di Chukotka, termasuk pertambangan emas.
Salah satu tujuannya adalah memang untuk memasok kompleks pertambangan Chaun-Bilibin di Chukotka, termasuk pertambangan emas.
Namun Greenpeace memandang PLTN ini sangat berisiko jika dioperasikan pada lingkungan bercuaca buruk.
Namun Greenpeace memandang PLTN ini sangat berisiko jika dioperasikan pada lingkungan bercuaca buruk.
Para pengecamnya, termasuk Greenpeace, menekankan sejumlah kecelakaan nuklir Rusia dan Soviet yang terjadi sebelumnya dan memperingatkan misi Akademik Lomonosov akan meningkatkan risiko mencemarkan Kutub Utara - daerah yang jarang penduduk dan terpencil, tanpa fasilitas pembersih lingkungan besar.
Para pengecamnya, termasuk Greenpeace, menekankan sejumlah kecelakaan nuklir Rusia dan Soviet yang terjadi sebelumnya dan memperingatkan misi Akademik Lomonosov akan meningkatkan risiko mencemarkan Kutub Utara - daerah yang jarang penduduk dan terpencil, tanpa fasilitas pembersih lingkungan besar.

PLTN Terapung Rusia Berlayar Melintasi Kutub Utara

26 Agustus 2019 13:31
Moskow: Rusia meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung yang akan berlayar sejauh 5.000 km dari pelabuhan Murmansk, Kutub Utara ke Chukotka di timur jauh. Karena Akademik Lomonosov dapat bergerak, PLTN ini bisa meningkatkan pasokan ke daerah-daerah terpencil. Afp Photo/Rosatom/HO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(KHL)

Internasional pembangkit listrik