Rangkaian acara dimulai di New York pada Sabtu, 14 September, dan dihadiri para pelajar Indonesia di Washington Square sebagai wakil kaum millenials dan berlanjut pada sore harinya di The Unisphere di New York. Fetti Sinaga, koordinator acara dari New York mengatakan,
Rangkaian acara dimulai di New York pada Sabtu, 14 September, dan dihadiri para pelajar Indonesia di Washington Square sebagai wakil kaum millenials dan berlanjut pada sore harinya di The Unisphere di New York. Fetti Sinaga, koordinator acara dari New York mengatakan, "Kami berinisiatif mengadakan acara ini di seluruh Amerika Serikat untuk mengingatkan kepada saudara-saudara kami dari tanah Papua bahwa mereka tidak sendirian, dan 'we got their back'. Kita bersatu dalam NKRI dan Republik Indonesia milik kita semua," ujarnya.
Beberapa daerah yaitu Dallas dan Sacramento/San Francisco, membuat acara diskusi bersama beberapa pelajar Papua yang tinggal di daerah setempat.
Beberapa daerah yaitu Dallas dan Sacramento/San Francisco, membuat acara diskusi bersama beberapa pelajar Papua yang tinggal di daerah setempat. "Semoga dengan adanya dukungan dari berbagai organisasi dan masyarakat Indonesia yg berada di Amerika. Masyarakat Papua akan menyadari mereka punya saudara yg menginginkan Papua tetap menjadi bagian dari NKRI," jelas Yanti Gordon, salah satu koordinator diskusi.
Lain di Atlanta, Chicago, dan Colorado, dimana masyarakat berkumpul secara sederhana di taman terdekat salah satu kediaman warga.
Lain di Atlanta, Chicago, dan Colorado, dimana masyarakat berkumpul secara sederhana di taman terdekat salah satu kediaman warga.
Di Austin, Texas, acara diselenggarakan di kediaman salah satu anggota Amerika Bersatu yang kebetulan sedang berdiskusi untuk merayakan Hari Batik pada bulan Oktober mendatang.
Di Austin, Texas, acara diselenggarakan di kediaman salah satu anggota Amerika Bersatu yang kebetulan sedang berdiskusi untuk merayakan Hari Batik pada bulan Oktober mendatang.
Dari Los Angeles, Toar Lumingkewas mengatakan bahwa ia ingin merangkul saudara-saudara yang berasal dari Papua dengan kasih.
Dari Los Angeles, Toar Lumingkewas mengatakan bahwa ia ingin merangkul saudara-saudara yang berasal dari Papua dengan kasih. "Kami sadar bahwa kita tidak bisa begitu saja melupakan masa lalu. Namun sekarang, marilah kita menyambut masa depan yang cerah bersama-sama pemerintahan Pak Jokowi untuk masa depan negara kita yang lebih cerah," ujarnya.
Tepat pada sebelum matahari terbenam, di Little Rock, Arkansas, masyarakat Indonesia mengadakan jalan bersama tepatnya di Big Dam Bridge yang dilanjutkan dengan foto bersama. Acara ini dikoordinatori oleh Danny Sadli, warga Indonesia yang sudah bermukim di Arkansas sejak tahun 1996.
Tepat pada sebelum matahari terbenam, di Little Rock, Arkansas, masyarakat Indonesia mengadakan jalan bersama tepatnya di Big Dam Bridge yang dilanjutkan dengan foto bersama. Acara ini dikoordinatori oleh Danny Sadli, warga Indonesia yang sudah bermukim di Arkansas sejak tahun 1996.
Deklarasi Damai juga dilaksanakan di Angle Lake Park di Seattle. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' lalu dilanjutkan dengan doa bersama untuk kedamaian di Papua yang dipimpin oleh Greg Dwidjaya, pembacaan deklarasi, dan ditutup dengan foto bersama masyarakat yang hadir.
Deklarasi Damai juga dilaksanakan di Angle Lake Park di Seattle. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' lalu dilanjutkan dengan doa bersama untuk kedamaian di Papua yang dipimpin oleh Greg Dwidjaya, pembacaan deklarasi, dan ditutup dengan foto bersama masyarakat yang hadir.
Di Las Vegas, acara dilangsungkan di depan tanda Selamat Datang Las Vegas dengan koordinasi dari Shanty Jones, warga Indonesia yang juga pernah tinggal di Papua.
Di Las Vegas, acara dilangsungkan di depan tanda Selamat Datang Las Vegas dengan koordinasi dari Shanty Jones, warga Indonesia yang juga pernah tinggal di Papua.
Puluhan warga Indonesia di Washington, DC dan sekitarnya juga berkumpul dan melaksanakan deklarasi damai ini di depan Capitol Hill.
Puluhan warga Indonesia di Washington, DC dan sekitarnya juga berkumpul dan melaksanakan deklarasi damai ini di depan Capitol Hill. "Kami berharap gejolak di tanah Papua segera berakhir. Kitong Basodara!" ujar Joe Wahyudi dari Virginia yang juga bersama istrinya, Fifi Okfrita, sudah bertahun-tahun mengkoordinasikan pengiriman berbagai buku ilmu terapan ke tanah Papua.
Rangkaian acara berakhir di Honolulu, Hawaii pada Minggu, 15 September. Secara khusus, acara ini mendapat dukungan dari Ikatan Warga Indonesia di Hawaii, dan juga dihadiri oleh beberapa warga Papua yang berdomisili di daerah setempat.
Rangkaian acara berakhir di Honolulu, Hawaii pada Minggu, 15 September. Secara khusus, acara ini mendapat dukungan dari Ikatan Warga Indonesia di Hawaii, dan juga dihadiri oleh beberapa warga Papua yang berdomisili di daerah setempat. "Semoga suara kepedulian dan cinta kami kepada saudara-saudara di Papua untuk bersatu membangun negara kita yang tercinta terdengar sampai ke Indonesia," ujar Lusy. Acara ditutup dengan foto bersama.

Warga Indonesia di AS Gelar Deklarasi Damai untuk Papua

Internasional papua
17 September 2019 09:34
New York: Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat, bersama Amerika Bersatu, Colorado Indonesian Association, #DC4Indonesia, Ikatan Keluarga NTT, Indonesian American of the Carolinas (IAOTC), Indonesian House of New York (IHNY), Ikatan Warga Indonesia di Hawaii (IWIH), dan True Friends NY, mengadakan acara bertajuk 'Kumpul-kumpul Kitong Basodara' di 15 titik di Amerika Serikat yaitu di Arkansas, Atlanta, Austin, Carolinas, Chicago, Colorado, Dallas, Honolulu, Las Vegas, Los Angeles, Minneapolis – Saint Paul, New York, Sacramento, San Francisco, Seattle, dan Washington, DC, 14-15 September 2019. Aksi damai tersebut digelar untuk menunjukkan solidaritas sesama masyarakat Indonesia yang berada di AS atas gejolak yang terjadi di tanah Papua. Dok: Istimewa
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif