Badan urusan pengungsi PBB (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) menyatakan lebih dari 25 ribu warga Ethiopia, kebanyakan perempuan dan anak-anak, telah lari menghindari kekerasan di kawasan Tigray di negara itu menuju Sudan.
Badan urusan pengungsi PBB (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) menyatakan lebih dari 25 ribu warga Ethiopia, kebanyakan perempuan dan anak-anak, telah lari menghindari kekerasan di kawasan Tigray di negara itu menuju Sudan.
Saat ini, mereka berada di daerah perbatasan dengan Sudan dan menghadapi keadaan darurat pengungsi.
Saat ini, mereka berada di daerah perbatasan dengan Sudan dan menghadapi keadaan darurat pengungsi.
Menurut UNHCR, kelompok terbesar yang mengungsi sejak konflik dimulai, terdiri dari hampir 5.000 orang, tiba di provinsi-provinsi perbatasan Sudan pada hari Minggu, 15 November 2020.
Menurut UNHCR, kelompok terbesar yang mengungsi sejak konflik dimulai, terdiri dari hampir 5.000 orang, tiba di provinsi-provinsi perbatasan Sudan pada hari Minggu, 15 November 2020.
Pertempuran meletus pada pekan lalu setelah PM Ethiopia Abiy Ahmed meluncurkan ofensif militer terhadap pemerintah regional Tigray, setelah serangan yang diduga dilakukan pasukan Tigray.
Pertempuran meletus pada pekan lalu setelah PM Ethiopia Abiy Ahmed meluncurkan ofensif militer terhadap pemerintah regional Tigray, setelah serangan yang diduga dilakukan pasukan Tigray.
Pemerintah Abiy pada hari Senin, 16 November 2020, kembali menolak permintaan dunia internasional agar membuka pembicaraan untuk mengakhiri konflik, sementara negara tetangga Uganda dan Kenya mengemukakan permintaan serupa bagi kedua pihak untuk mengupayakan resolusi damai bagi krisis di sana.
Pemerintah Abiy pada hari Senin, 16 November 2020, kembali menolak permintaan dunia internasional agar membuka pembicaraan untuk mengakhiri konflik, sementara negara tetangga Uganda dan Kenya mengemukakan permintaan serupa bagi kedua pihak untuk mengupayakan resolusi damai bagi krisis di sana.
Ketegangan meningkat di kawasan sejak 9 September lalu sewaktu Tigray, negara bagian paling utara di Ethiopia, bersikukuh mengadakan pemilihan regional setelah Ahmed menangguhkan pemilu, dengan alasan pandemi Covid-19.
Ketegangan meningkat di kawasan sejak 9 September lalu sewaktu Tigray, negara bagian paling utara di Ethiopia, bersikukuh mengadakan pemilihan regional setelah Ahmed menangguhkan pemilu, dengan alasan pandemi Covid-19.

Lebih dari 25 Ribu Warga Ethiopia Mengungsi ke Sudan

Internasional konflik ethiopia konflik sudan Konflik Tigray
18 November 2020 16:25
Sudan: Badan urusan pengungsi PBB (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) menyatakan lebih dari 25 ribu warga Ethiopia, kebanyakan perempuan dan anak-anak, telah lari menghindari kekerasan di kawasan Tigray di negara itu menuju Sudan.

Saat ini, mereka berada di daerah perbatasan dengan Sudan dan menghadapi keadaan darurat pengungsi.

Menurut UNHCR, kelompok terbesar yang mengungsi sejak konflik dimulai, terdiri dari hampir 5.000 orang, tiba di provinsi-provinsi perbatasan Sudan pada hari Minggu, 15 November 2020.

Pertempuran meletus pada pekan lalu setelah PM Ethiopia Abiy Ahmed meluncurkan ofensif militer terhadap pemerintah regional Tigray, setelah serangan yang diduga dilakukan pasukan Tigray.

Pemerintah Abiy pada hari Senin, 16 November 2020, kembali menolak permintaan dunia internasional agar membuka pembicaraan untuk mengakhiri konflik, sementara negara tetangga Uganda dan Kenya mengemukakan permintaan serupa bagi kedua pihak untuk mengupayakan resolusi damai bagi krisis di sana.

Ketegangan meningkat di kawasan sejak 9 September lalu sewaktu Tigray, negara bagian paling utara di Ethiopia, bersikukuh mengadakan pemilihan regional setelah Ahmed menangguhkan pemilu, dengan alasan pandemi Covid-19. AFP Photo/Ebrahim Hamid

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif