Nelayan tradisional yang terdampak tumpahan minyak di pantai provinsi Callao di Peru melakukan aksi protes di depan Kilang Minyak Pampilla, Rabu, 19 Januari 2022.
Nelayan tradisional yang terdampak tumpahan minyak di pantai provinsi Callao di Peru melakukan aksi protes di depan Kilang Minyak Pampilla, Rabu, 19 Januari 2022.
Ratusan nelayan tradisional yang tinggal di luar ibu kota Peru takut mata pencaharian mereka hancur setelah tumpahan minyak yang disebabkan oleh letusan gunung berapi yang jaraknya mencapai ribuan mil.
Ratusan nelayan tradisional yang tinggal di luar ibu kota Peru takut mata pencaharian mereka hancur setelah tumpahan minyak yang disebabkan oleh letusan gunung berapi yang jaraknya mencapai ribuan mil.
Mereka menuntut kompensasi atas tumpahan yang terjadi ketika gelombang aneh menghantam sebuah kapal tanker selama pembongkaran pada hari Sabtu, 15 Januari 2022.
Mereka menuntut kompensasi atas tumpahan yang terjadi ketika gelombang aneh menghantam sebuah kapal tanker selama pembongkaran pada hari Sabtu, 15 Januari 2022.
"Bagaimana kami akan hidup sekarang? Itu kekhawatiran kami," kata Miguel Angell Nunez, yang memimpin protes, kepada AFP. "Kami telah kehilangan sumber pekerjaan kami dan kami tidak tahu kapan ini akan berakhir. Kami ingin mereka mengetahui kerusakannya. Tumpahan itu disebabkan oleh kelalaian (Repsol)."
Sebelumnya, pemerintah Peru menyatakan bahwa tumpahan minyak selama gelombang tinggi yang disebabkan oleh erupsi gunung berapi dahsyat pekan lalu di Tonga menjadi bencana ekologi.
Sebelumnya, pemerintah Peru menyatakan bahwa tumpahan minyak selama gelombang tinggi yang disebabkan oleh erupsi gunung berapi dahsyat pekan lalu di Tonga menjadi bencana ekologi.
Kementerian luar negeri Peru mengatakan bahwa tumpahan minyak telah membahayakan kehidupan flora dan fauna di zona lindung di area seluas 18.000 km persegi di sekitar pulau dan wilayah penangkapan ikan.
Kementerian luar negeri Peru mengatakan bahwa tumpahan minyak telah membahayakan kehidupan flora dan fauna di zona lindung di area seluas 18.000 km persegi di sekitar pulau dan wilayah penangkapan ikan.
Tumpahan minyak dari kapal tanker yang tengah melakukan bongkar muat minyak mentah di kilang La Pampilla milik perusahaan minyak Spanyol, Repsol diduga dipicu oleh gelombang besar luar biasa akibat erupsi gunung bawah laut di Tonga, yang berjarak 10.000 km, dan memicu peringatan tsunami di seluruh Samudra Pasifik.
Tumpahan minyak dari kapal tanker yang tengah melakukan bongkar muat minyak mentah di kilang La Pampilla milik perusahaan minyak Spanyol, Repsol diduga dipicu oleh gelombang besar luar biasa akibat erupsi gunung bawah laut di Tonga, yang berjarak 10.000 km, dan memicu peringatan tsunami di seluruh Samudra Pasifik.

Rasa Putus Asa Nelayan Peru atas Tumpahan Minyak akibat Letusan Gunung Tonga

Internasional Erupsi Gunung peru Tumpahan Minyak Tonga
21 Januari 2022 14:57
Jakarta: Ratusan nelayan tradisional yang tinggal di luar ibu kota Peru takut mata pencaharian mereka hancur setelah tumpahan minyak yang disebabkan oleh letusan gunung berapi yang jaraknya mencapai ribuan mil.

Pihak berwenang menyebut tumpahan, yang disebabkan oleh letusan di sisi lain Pasifik dekat Tonga, merupakan bencana ekologis terburuk di Lima dalam beberapa waktu terakhir.

Nelayan tradisional di Ventanilla, sebuah distrik di utara pelabuhan Lima di Callao, pada Rabu, 19 Januari 2022, melakukan aksi protes di luar gerbang Kilang Pampilla milik raksasa energi Spanyol Repsol.

Mereka menuntut kompensasi atas tumpahan yang terjadi ketika gelombang aneh menghantam sebuah kapal tanker selama pembongkaran pada hari Sabtu, 15 Januari 2022.

"Bagaimana kami akan hidup sekarang? Itu kekhawatiran kami," kata Miguel Angell Nunez, yang memimpin protes, kepada AFP. "Kami telah kehilangan sumber pekerjaan kami dan kami tidak tahu kapan ini akan berakhir. Kami ingin mereka mengetahui kerusakannya. Tumpahan itu disebabkan oleh kelalaian (Repsol)."

Sebelumnya, pemerintah Peru menyatakan bahwa tumpahan minyak selama gelombang tinggi yang disebabkan oleh erupsi gunung berapi dahsyat pekan lalu di Tonga menjadi bencana ekologi.

Kementerian luar negeri Peru mengatakan bahwa tumpahan minyak telah membahayakan kehidupan flora dan fauna di zona lindung di area seluas 18.000 km persegi di sekitar pulau dan wilayah penangkapan ikan.

Tumpahan minyak dari kapal tanker yang tengah melakukan bongkar muat minyak mentah di kilang La Pampilla milik perusahaan minyak Spanyol, Repsol diduga dipicu oleh gelombang besar luar biasa akibat erupsi gunung bawah laut di Tonga, yang berjarak 10.000 km, dan memicu peringatan tsunami di seluruh Samudra Pasifik.

Kemlu Peru meminta Repsol untuk membayar ganti rugi atas tumpahan minyak tersebut. Sementara Kejaksaan Peru menyelidiki salah satu unit Repsol akibat insiden tersebut.

Badan Pengawas Investasi Energi dan Tambang Peru (Osinergmin) lewat pernyataan mengatakan telah memerintahkan penutupan salah satu dari empat terminal kilang tersebut sampai diketahui penyebab dari tumpahan minyak.

La Pampilla merupakan kilang terbesar di Peru dan memasok lebih dari separuh pasar bahan bakar di dalam negeri. AFP PHOTO/Cris Bouroncle

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif