Citra satelit berasal dari http://www.planet.com, dengan analisis dan anotasi oleh Amnesty International, menunjukkan wilayah Inn Din (Aan Daang), Myanmar, pada 27 Agustus 2017 (kiri) dan pada 11 September 2017 (kanan). Menurut Amnesti, gambar sebelum dan sesudah menunjukkan daerah yang diduga dibakar oleh militer Myanmar. AFP/www.planet.com
Citra satelit berasal dari http://www.planet.com, dengan analisis dan anotasi oleh Amnesty International, menunjukkan wilayah Inn Din (Aan Daang), Myanmar, pada 27 Agustus 2017 (kiri) dan pada 11 September 2017 (kanan). Menurut Amnesti, gambar sebelum dan sesudah menunjukkan daerah yang diduga dibakar oleh militer Myanmar. AFP/www.planet.com
Para pengungsi Rohingya saling bertumpukan di sebuah kapal saat tiba di Shah Parir Dwip, sisi Sungai Naf, Bangladesh, 12 September lalu. Ribuan warga Rohingya menyeberang menuju Bangladesh akibat kekerasan dan pembakaran perkampungan mereka. AFP/Adib Chowdhury
Para pengungsi Rohingya saling bertumpukan di sebuah kapal saat tiba di Shah Parir Dwip, sisi Sungai Naf, Bangladesh, 12 September lalu. Ribuan warga Rohingya menyeberang menuju Bangladesh akibat kekerasan dan pembakaran perkampungan mereka. AFP/Adib Chowdhury
Para pengungsi Rohingya saling berebut makanan yang dibagikan dari atas truk di Ukhia, 14 September lalu. Kondisi sekitar 389 ribu warga Rohingya yang menyelamatkan diri dari pembantaian oleh militer Myanmar di Rakhine saat ini sangat memprihatinkan. AFP/Munir Uz Zaman
Para pengungsi Rohingya saling berebut makanan yang dibagikan dari atas truk di Ukhia, 14 September lalu. Kondisi sekitar 389 ribu warga Rohingya yang menyelamatkan diri dari pembantaian oleh militer Myanmar di Rakhine saat ini sangat memprihatinkan. AFP/Munir Uz Zaman
Puluhan gubuk yang dibangun pengungsi Rohingya berdiri di wilayah tak bertuan di perbatasan dekat Bangladesh. AFP/Dominique Faget
Puluhan gubuk yang dibangun pengungsi Rohingya berdiri di wilayah tak bertuan di perbatasan dekat Bangladesh. AFP/Dominique Faget

Militer Myanmar Bakar Rumah Warga Rohingya

16 September 2017 10:35
Metrotvnews.com, Myanmar: Analisis yang dilakukan Amnesty International terhadap data deteksi kebakaran, citra satelit, foto, dan video di lapangan, serta wawancara dengan puluhan saksi mata di Myanmar dan perbatasan Bangladesh, menunjukkan adanya pembakaran sistematis yang disengaja dan menargetkan desa-desa warga Rohingya di Rakhine Utara dalam kurun kurang dari tiga pekan. AFP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional rohingya