Para petani duduk di jalan raya yang diblokade saat mereka mengambil bagian dalam unjuk rasa memprotes undang undang pertanian baru, di perbatasan negara bagian Delhi-Uttar Pradesh di Ghazipur, India pada Jumat, 30 Januari 2021.
Para petani duduk di jalan raya yang diblokade saat mereka mengambil bagian dalam unjuk rasa memprotes undang undang pertanian baru, di perbatasan negara bagian Delhi-Uttar Pradesh di Ghazipur, India pada Jumat, 30 Januari 2021.
Ribuan petani di India yang berunjuk rasa memprotes undang-undang pertanian baru mulai mogok makan, Sabtu, 30 Januari 2021. Mogok makan itu digelar bertepatan dengan hari peringatan kematian pejuang kemerdekaan di India, Mahatma Gandhi.
Ribuan petani di India yang berunjuk rasa memprotes undang-undang pertanian baru mulai mogok makan, Sabtu, 30 Januari 2021. Mogok makan itu digelar bertepatan dengan hari peringatan kematian pejuang kemerdekaan di India, Mahatma Gandhi.
Para petani memilih mogok makan setelah berpawai dan berorasi di daerah dekat ibu kota New Delhi selama kurang lebih satu minggu. Namun di beberapa lokasi, aksi massa berujung ricuh sehingga menyebabkan satu orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Para petani memilih mogok makan setelah berpawai dan berorasi di daerah dekat ibu kota New Delhi selama kurang lebih satu minggu. Namun di beberapa lokasi, aksi massa berujung ricuh sehingga menyebabkan satu orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Massa aksi memprotes keputusan pemerintah dan parlemen yang mengesahkan UU pertanian baru, karena menurut mereka itu hanya akan menguntungkan pembeli dari perusahaan swasta berskala besar tetapi mengorbankan para petani.
Massa aksi memprotes keputusan pemerintah dan parlemen yang mengesahkan UU pertanian baru, karena menurut mereka itu hanya akan menguntungkan pembeli dari perusahaan swasta berskala besar tetapi mengorbankan para petani.

Protes UU Pertanian Baru, Ribuan Petani di India Mogok Makan

Internasional india politik india
30 Januari 2021 18:05
New Delhi: Ribuan petani di India yang berunjuk rasa memprotes undang-undang pertanian baru mulai mogok makan, Sabtu, 30 Januari 2021. Mogok makan itu digelar bertepatan dengan hari peringatan kematian pejuang kemerdekaan di India, Mahatma Gandhi.

Para petani memilih mogok makan setelah berpawai dan berorasi di daerah dekat ibu kota New Delhi, selama kurang lebih satu minggu. Namun di beberapa lokasi, aksi massa berujung ricuh sehingga menyebabkan satu orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Massa aksi memprotes keputusan pemerintah dan parlemen yang mengesahkan UU pertanian baru, karena menurut mereka itu hanya akan menguntungkan pembeli dari perusahaan swasta berskala besar tetapi mengorbankan para petani. Puluhan ribu petani telah berkemah di pinggiran kota New Delhi selama dua bulan.

Petani yang mengendarai traktor saat berunjuk rasa pada Hari Kemerdekaan India berujung ricuh setelah beberapa pengunjuk rasa keluar dari rute yang telah disepakati sebelumnya oleh kepolisian dan perwakilan massa. Demonstran yang geram merobohkan pagar kawat berduri dan barikade serta bentrok dengan polisi. Polisi yang berjaga menembakkan gas air mata untuk menghentikan massa.

Bentrok antara polisi dan demonstran juga terjadi di beberapa tempat lainnya. Tidak hanya dengan polisi, massa aksi juga bentrok dengan kelompok anti gerakan petani.

Aksi mogok makan yang digelar bertepatan dengan peringatan kematian Mahatma Gandhi akan jadi pesan ke rakyat India bahwa massa melakukan aksi damai, kata beberapa pemimpin serikat petani.

"Gerakan para petani merupakan gerakan yang damai dan akan terus damai," kata Darshan Pal, pimpinan Samyukt Kisan Morcha, koordinator aksi dan kelompok yang menaungi sejumlah serikat petani. "Aksi pada 30 Januari ini digelar untuk menyebarkan pesan-pesan kebenaran dan tanpa ada kekerasan."

Sektor pertanian di India mempekerjakan separuh dari 1,3 miliar total penduduk India. Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kurang lebih 150 juta petani jadi salah satu tantangan terberat bagi Perdana Menteri India Narendra Modi sejak ia menjabat pada 2014.

11 pertemuan antara pemerintah dan serikat petani telah digelar untuk membahas polemik UU pertanian. Namun, pertemuan itu berujung buntu. Pemerintah menawarkan akan menunda penerapan UU pertanian yang baru sampai 18 bulan, tetapi kelompok petani mengatakan mereka tidak akan berhenti protes jika UU itu tidak dicabut. AFP PHOTO/Sajjad Hussain

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif