Ribuan warga Selandia Baru, Senin, 1 Juni 2020 waktu setempat, melakukan protes damai dan melantunkan kalimat 'Black Lives Matter' dalam solidaritas untuk George Floyd, warga Amerika kulit hitam yang meninggal pekan lalu dalam aksi penahanan oleh polisi di Amerika Serikat.
Ribuan warga Selandia Baru, Senin, 1 Juni 2020 waktu setempat, melakukan protes damai dan melantunkan kalimat 'Black Lives Matter' dalam solidaritas untuk George Floyd, warga Amerika kulit hitam yang meninggal pekan lalu dalam aksi penahanan oleh polisi di Amerika Serikat.
Aksi unjuk rasa itu merupakan bagian dari sejumlah protes di seluruh dunia, dari London dan Berlin ke Australia dan Belanda, setelah satu video menunjukkan seorang perwira polisi berkulit putih Minneapolis menindihkan lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit sebelum dia meninggal pada Senin, 25 Mei 2020 pekan lalu.
Aksi unjuk rasa itu merupakan bagian dari sejumlah protes di seluruh dunia, dari London dan Berlin ke Australia dan Belanda, setelah satu video menunjukkan seorang perwira polisi berkulit putih Minneapolis menindihkan lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit sebelum dia meninggal pada Senin, 25 Mei 2020 pekan lalu.
Para pengunjuk rasa di Kota Auckland, Selandia Baru, duduk di jalan setelah pawai damai dan mereka mengangkat kepalan tangan sebagai suatu tanda untuk persatuan, solidaritas, dan Kekuatan Warga Kulit Hitam.
Para pengunjuk rasa di Kota Auckland, Selandia Baru, duduk di jalan setelah pawai damai dan mereka mengangkat kepalan tangan sebagai suatu tanda untuk persatuan, solidaritas, dan Kekuatan Warga Kulit Hitam.
Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan demonstran di luar Konsulat Amerika di Auckland memegang poster yang bertuliskan 'Justice For George Floyd' (Keadilan Untuk George Floyd) dan 'Are We Next?' (Apakah Kami Sasaran Berikutnya?).
Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan demonstran di luar Konsulat Amerika di Auckland memegang poster yang bertuliskan 'Justice For George Floyd' (Keadilan Untuk George Floyd) dan 'Are We Next?' (Apakah Kami Sasaran Berikutnya?).
Di Ibu Kota Wellington, lebih dari 100 orang berjalan dari gedung parlemen Selandia Baru ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, meneriakkan 'Black Lives Matter' (kehidupan orang kulit hitam itu penting).
Di Ibu Kota Wellington, lebih dari 100 orang berjalan dari gedung parlemen Selandia Baru ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, meneriakkan 'Black Lives Matter' (kehidupan orang kulit hitam itu penting).

Warga Selandia Baru Protes Kematian George Floyd

Internasional Kematian George Floyd
02 Juni 2020 10:19
Wellington: Ribuan warga Selandia Baru, Senin, 1 Juni 2020 waktu setempat, melakukan protes damai dan melantunkan kalimat 'Black Lives Matter' dalam solidaritas untuk George Floyd, warga Amerika kulit hitam yang meninggal pekan lalu dalam aksi penahanan oleh polisi di Amerika Serikat.

Aksi unjuk rasa itu merupakan bagian dari sejumlah protes di seluruh dunia, dari London dan Berlin ke Australia dan Belanda, setelah satu video menunjukkan seorang perwira polisi berkulit putih Minneapolis menindihkan lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit sebelum dia meninggal pada Senin, 25 Mei 2020 pekan lalu.

Insiden itu memicu kemarahan di Amerika Serikat di tengah kampanye pemilihan presiden, yang terpolarisasi dan baru-baru ini diwarnai pelonggaran pembatasan sosial selama pandemi covid-19, yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Para pengunjuk rasa di Kota Auckland, Selandia Baru, duduk di jalan setelah pawai damai dan mereka mengangkat kepalan tangan sebagai suatu tanda untuk persatuan, solidaritas, dan Kekuatan Warga Kulit Hitam.

Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan demonstran di luar Konsulat Amerika di Auckland memegang poster yang bertuliskan 'Justice For George Floyd' (Keadilan Untuk George Floyd) dan 'Are We Next?' (Apakah Kami Sasaran Berikutnya?).

Di Ibu Kota Wellington, lebih dari 100 orang berjalan dari gedung parlemen Selandia Baru ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, meneriakkan 'Black Lives Matter' (kehidupan orang kulit hitam itu penting). AFP PHOTO/David Lintott/Apu Gomes
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif