Carolyn Ellis (kanan) memeluk erat ibunya Susan Watts menggunakan 'sarung tangan pelukan' yang dibuat bersama suaminya Andrew Ellis sebagai hadiah Hari Ibu di Guelph, Ontario, Kanada, 16 Mei 2020 lalu.
Carolyn Ellis (kanan) memeluk erat ibunya Susan Watts menggunakan 'sarung tangan pelukan' yang dibuat bersama suaminya Andrew Ellis sebagai hadiah Hari Ibu di Guelph, Ontario, Kanada, 16 Mei 2020 lalu.
Terpal plastik yang dilengkapi dengan empat lengan dan tergantung di tali jemuran tersebut adalah solusi cerdas yang dikembangkan oleh seorang wanita Kanada tersebut untuk memeluk ibunya dengan aman saat perayaan Hari Ibu di tengah-tengah pandemi virus korona jenis baru (covid-19).
Terpal plastik yang dilengkapi dengan empat lengan dan tergantung di tali jemuran tersebut adalah solusi cerdas yang dikembangkan oleh seorang wanita Kanada tersebut untuk memeluk ibunya dengan aman saat perayaan Hari Ibu di tengah-tengah pandemi virus korona jenis baru (covid-19).
Walaupun pelukan tersebut terhalang plastik, tetapi itu masih menghibur. Apalagi, kata Ellis, setelah berminggu-minggu berada dalam aturan lockdown dan langkah-langkah jaga jarak sosial lainnya, pelukan tersebut bisa menjadi cara untuk bisa kembali memegang ibunya. “Perasaan itu terasa seperti di rumah. Pelukan dari ibumu, rasanya sangat menyenangkan,” ucapnya.
Walaupun pelukan tersebut terhalang plastik, tetapi itu masih menghibur. Apalagi, kata Ellis, setelah berminggu-minggu berada dalam aturan lockdown dan langkah-langkah jaga jarak sosial lainnya, pelukan tersebut bisa menjadi cara untuk bisa kembali memegang ibunya. “Perasaan itu terasa seperti di rumah. Pelukan dari ibumu, rasanya sangat menyenangkan,” ucapnya.

Sarung Tangan Pelukan di Tengah Pandemi

Internasional Virus Korona
19 Mei 2020 11:03
Ontario: Seorang perempuan Kanada telah menemukan cara cerdik untuk memeluk ibunya dengan aman bahkan selama pandemi virus korona baru atau covid-19. Ia membuat terpal plastik besar dengan empat lengan yang tergantung dari tali jemuran.

Di Kota Guelph, Southwestern Ontario, Kanada, Carolyn Ellis dan suaminya, Andrew, membuat apa yang disebut dengan sarung tangan untuk berpelukan pada malam Hari Ibu, yang tahun ini dirayakan pada 10 Mei di Amerika Utara.

“Terpikir oleh saya bahwa Ibu tidak mendapatkan pelukan dan kami benar-benar perlu melakukan sesuatu untuk itu,” kata Ellis kepada AFP. “Saya ingin memberikannya pada Hari Ibu.” 

Mereka pun menempelkan empat lengan plastik ke terpal besar tersebut. Dengan begitu, itu memungkinkan dua orang untuk saling berpelukan tanpa melakukan kontak langsung.

“Itu ialah upaya yang sangat banyak memakan waktu, mencoba untuk mencari tahu ukuran dan ketinggian lubang,” kata Ellis. “Kami mengerjakannya sampai larut malam pada Sabtu (15 Mei 2020) dan kemudian kami menyiapkan segalanya untuk Hari Ibu pada Minggu (16 Mei 2020). Itu hadiah yang luar biasa”

Sebuah video yang merekam momen saat mereka berpelukan dibagikan di media sosial. Video tersebut dengan cepat menjadi viral. Ellis pun mengaku terkejut.

“Saya hanya ingin memeluk ibu saya. Kami cukup kaget dengan seberapa cepat itu menjadi viral, tetapi senang bahwa orang lain mendapat manfaat dari pelukan kami. Kami menyukainya,” ungkapnya.

Walaupun pelukan yang tertutup plastik tersebut tidak akan pernah sebaik pelukan yang asli, pelukan itu masih menghibur. Apalagi, kata Ellis, setelah berminggu-minggu berada dalam aturan lockdown dan langkah-langkah jaga jarak sosial lainnya, pelukan tersebut bisa menjadi cara untuk bisa kembali memegang ibunya.  “Perasaan itu terasa seperti di rumah. Pelukan dari ibumu, rasanya sangat menyenangkan,” ucapnya. AFP PHOTO/Jorge Uzon
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif