Bom GBU-43 yang memiliki berat 21.600 pound (9.797 Kg) dijatuhkan dari sebuah pesawat MC-130 di Distrik Achin, Provinsi Nangarhar, dekat perbatasan dengan Pakistan.
Bom GBU-43 yang memiliki berat 21.600 pound (9.797 Kg) dijatuhkan dari sebuah pesawat MC-130 di Distrik Achin, Provinsi Nangarhar, dekat perbatasan dengan Pakistan.
GBU-43, yang juga dikenal sebagai 'induk dari segala bom', pertama kali diuji pada Maret 2003 di Eglin Air Force Base, Florida. Ledakan bom tersebut setara dengan 11 ton TNT.
GBU-43, yang juga dikenal sebagai 'induk dari segala bom', pertama kali diuji pada Maret 2003 di Eglin Air Force Base, Florida. Ledakan bom tersebut setara dengan 11 ton TNT.
Perangkat ini dianggap sangat efektif digunakan untuk menyerang persembunyian kelompok yang berada di bawah tanah. Jenis lain dari bom ini juga sangat efektif menjangkau terowongan yang lebih dalam dan kokoh.
Perangkat ini dianggap sangat efektif digunakan untuk menyerang persembunyian kelompok yang berada di bawah tanah. Jenis lain dari bom ini juga sangat efektif menjangkau terowongan yang lebih dalam dan kokoh.
Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat menggunakan bom konvensional dengan ukuran ini dalam konflik.
Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat menggunakan bom konvensional dengan ukuran ini dalam konflik.

AS Jatuhkan Induk Bom di Afghanistan

14 April 2017 13:23
Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat menjatuhkan 'induk dari segala bom' untuk menghancurkan jaringan gua dan terowongan yang digunakan oleh kelompok ISIS di Afghanistan timur, Kamis (13/4/2017) waktu setempat. Perangkat non-nuklir terbesar tersebut selama ini belum pernah diluncurkan dalam pertempuran. AFP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional isis