Dokter dari Doctor Without Borders (MSF) memeriksa seorang pengungsi muslim Rohingya yang terinfeksi difteri di rumah sakit lapangan MSF di Kota Thankhali, Bangladesh, Rabu, 10 Januari 2018.
Dokter dari Doctor Without Borders (MSF) memeriksa seorang pengungsi muslim Rohingya yang terinfeksi difteri di rumah sakit lapangan MSF di Kota Thankhali, Bangladesh, Rabu, 10 Januari 2018.
Wabah difteri telah merenggut nyawa setidaknya 30 pengungsi Rohingya, kebanyakan anak-anak, sedangkan beberapa warga Bangladesh yang tinggal di dekat tempat tersebut juga terjangkit.
Wabah difteri telah merenggut nyawa setidaknya 30 pengungsi Rohingya, kebanyakan anak-anak, sedangkan beberapa warga Bangladesh yang tinggal di dekat tempat tersebut juga terjangkit.
Difteri sebenarnya telah dimusnahkan di Bangladesh tahun lalu, saat lebih dari 650 ribu Rohingya melintai perbatasan, melarikan diri dari kekejaman militer Myanmar.
Difteri sebenarnya telah dimusnahkan di Bangladesh tahun lalu, saat lebih dari 650 ribu Rohingya melintai perbatasan, melarikan diri dari kekejaman militer Myanmar.
Mengingkat area yang digunakan sejumlah pengungsi lebih kecil dan sedikitnya sanitasi atau perawatan kesehatan, keberadaan mereka menjadi lahan subur untuk penyakit pernapasan yang sangat menular tersebut.
Mengingkat area yang digunakan sejumlah pengungsi lebih kecil dan sedikitnya sanitasi atau perawatan kesehatan, keberadaan mereka menjadi lahan subur untuk penyakit pernapasan yang sangat menular tersebut.

Difteri Ancam Pengungsi Rohingya

13 Januari 2018 14:18
Thankhali: Etnis Rohingya dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar  terancam penyalit lama yang terlupakan tetapi mematikan, yaitu difteri, yang ditengarai penyerang tenda-tenga pengungsian di Bangladesh. AFP/Munir Uz Zaman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional rohingya