Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak bertemu para pendukung setelah menghadapi dakwaan terkait skandal 1MDB di Pengadilan Kuala Lumpur.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak bertemu para pendukung setelah menghadapi dakwaan terkait skandal 1MDB di Pengadilan Kuala Lumpur.
Dalam persidangan tersebut, Najib Razak mengaku tidak bersalah atas 25 tuduhan yang berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan dan pencucian uang atas ratusan juta dolar dana yang diterima di rekening bank pribadinya.
Dalam persidangan tersebut, Najib Razak mengaku tidak bersalah atas 25 tuduhan yang berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan dan pencucian uang atas ratusan juta dolar dana yang diterima di rekening bank pribadinya.
Usai mengaku tak bersalah atas dakwaan itu, Najib Razak akan menjalani sidang pembelaan, yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada awal tahun 2019.
Usai mengaku tak bersalah atas dakwaan itu, Najib Razak akan menjalani sidang pembelaan, yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada awal tahun 2019.
Dakwaan terbaru termasuk empat tuduhan penyalahgunaan kekuasaan mengenai jumlah 2,3 miliar ringgit (US $ 556,23 juta) yang diduga kuat berasal dari dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Jaksa juga menuduhnya dengan 21 dakwaan pencucian uang.
Dakwaan terbaru termasuk empat tuduhan penyalahgunaan kekuasaan mengenai jumlah 2,3 miliar ringgit (US $ 556,23 juta) yang diduga kuat berasal dari dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Jaksa juga menuduhnya dengan 21 dakwaan pencucian uang.

Najib Razak Dikenai 25 Dakwaan Korupsi dan Pencucian Uang

20 September 2018 20:52
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kembali menghadapi dakwaan terkait skandal 1MDB di Pengadilan Kuala Lumpur, Kamis, 20 September 2018. Najib Razak mendapat empat dakwaan penyalahgunaan kewenangan serta 21 dakwaan skandal 1MDB yang nilainya mencapai RM 2,3 miliar atau sekitar Rp 8 triliun. Afp Photo/Mohd Rasfan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(KHL)

Internasional kasus korupsi