Warga membawa jenazah remaja Palestina yang ditembak mati tentara Israel selama prosesi pemakamannya di Deir Nizam, barat kota Ramallah di Tepi Barat, pada Sabtu, 24 Juli 2021.
Warga membawa jenazah remaja Palestina yang ditembak mati tentara Israel selama prosesi pemakamannya di Deir Nizam, barat kota Ramallah di Tepi Barat, pada Sabtu, 24 Juli 2021.
Ruba al-Tamimi (tengah) ibunda almarhum Mohammed Munir al-Tamimi, 17, tidak kuasa menahan kesedihan ditinggalkan oleh putra kesayangannya untuk selama-lamanya.
Ruba al-Tamimi (tengah) ibunda almarhum Mohammed Munir al-Tamimi, 17, tidak kuasa menahan kesedihan ditinggalkan oleh putra kesayangannya untuk selama-lamanya.
Kekerasan meletus dalam aksi protes terhadap permukiman Israel di dekat Kota Ramallah tersebut. Saksi mata mengatakan kerumunan pemuda Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel, yang kemudian membalasnya dengan tembakan.
Kekerasan meletus dalam aksi protes terhadap permukiman Israel di dekat Kota Ramallah tersebut. Saksi mata mengatakan kerumunan pemuda Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel, yang kemudian membalasnya dengan tembakan.
"Mohammed Munir al-Tamimi, 17, ditembak dan kemudian meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit," kata Kementerian Kesehatan Palestina, sehari setelah kekerasan di Desa Beita, Palestina.

Remaja Palestina Ditembak Mati Saat Bentrok dengan Tentara Israel

Internasional Palestina israel palestina Israel
24 Juli 2021 21:11
Ramallah: Seorang remaja Palestina meninggal setelah ditembak tentara Israel dalam sebuah bentorkan di wilayah pendudukan Tepi Barat pada Jumat, 23 Juli 2021 waktu setempat.

Mohammed Munir al-Tamimi, 17, ditembak dan kemudian meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit, kata Kementerian Kesehatan Palestina, sehari setelah kekerasan di Desa Beita, Palestina.

Kekerasan meletus dalam aksi protes terhadap permukiman Israel di dekat Kota Ramallah tersebut. Saksi mata mengatakan kerumunan pemuda Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel, yang kemudian membalasnya dengan tembakan.

Israel mengatakan dua tentaranya luka ringan dalam kekerasan itu.

Beita telah menjadi tempat kerusuhan yang sering terjadi sejak Mei, ketika puluhan keluarga Israel tiba dan mulai membangun pemukiman di puncak bukit dekat Nablus yang bertentangan dengan hukum Israel dan internasional.

Setelah berminggu-minggu bentrokan dan ketegangan, pemerintah nasionalis Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membuat kesepakatan dengan para pemukim yang membuat mereka meninggalkan pos terdepan Eviatar.

Para pemukim meninggalkan rumah-rumah sederhana yang mereka bangun sampai kementerian pertahanan Israel menentukan apakah tanah itu dapat dianggap sebagai wilayah mereka. Sementara militer Israel mempertahankan kehadirannya di Eviatar sampai keputusan dibuat.

Namun perjanjian itu ditolak oleh wali kota Beita, yang mengatakan bahwa bentrokan dan protes akan berlanjut selama orang Israel tetap berada di tanah mereka.

Seperti diketahui, semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional. AFP PHOTO/Abbas Momani

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif