Kapal tanker MT Hankuk Chemi yang membawa 7.200 ton
Kapal tanker MT Hankuk Chemi yang membawa 7.200 ton "bahan kimia berbasis minyak" ditahan otoritas Iran atas dugaan pelanggaran batas wilayah dan pencemaran lingkungan, demikian klaim Garda Revolusi. Saat ini kapal tersebut berlabuh di pelabuhan Bandar Abbas.
MT Hankuk Chemi yang membawa 20 orang awak, beberapa diantaranya berasal dari Indonesia, sedang berlayar dari Jubail di Arab Saudi ke Fujairah di Uni Emirat Arab saat disergap militer Iran, Senin, 4 Januari 2021. Semua awak kapal diberitakan berada dalam tahanan aparat keamanan.
MT Hankuk Chemi yang membawa 20 orang awak, beberapa diantaranya berasal dari Indonesia, sedang berlayar dari Jubail di Arab Saudi ke Fujairah di Uni Emirat Arab saat disergap militer Iran, Senin, 4 Januari 2021. Semua awak kapal diberitakan berada dalam tahanan aparat keamanan.
Menanggapi insiden tersebut, pemerintah di Seoul bereaksi cepat dengan mengirimkan unit anti bajak laut, Cheonghae, ke Selat Hormuz. Pasukan khusus ini tiba dengan menumpang kapal perusak Coi Young selasa, 5 Januari 2021. Belum jelas misi apa yang diemban pasukan elit anti perompak Korea Selatan tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, pemerintah di Seoul bereaksi cepat dengan mengirimkan unit anti bajak laut, Cheonghae, ke Selat Hormuz. Pasukan khusus ini tiba dengan menumpang kapal perusak Coi Young selasa, 5 Januari 2021. Belum jelas misi apa yang diemban pasukan elit anti perompak Korea Selatan tersebut.
Sejauh ini pemerintah di Seoul mengindikasikan akan menggunakan jalur diplomatik guna meluruskan situasi. Kemenlu Korea Selatan sudah menyatakan bakal mengirimkan delegasi ke Iran
Sejauh ini pemerintah di Seoul mengindikasikan akan menggunakan jalur diplomatik guna meluruskan situasi. Kemenlu Korea Selatan sudah menyatakan bakal mengirimkan delegasi ke Iran "sedini mungkin" untuk menegosiasikan pembebasan.

Kapalnya Disita Iran, Korsel Kirim Kapal Perusak ke Selat Hormuz

Internasional iran korea selatan
05 Januari 2021 21:26
Jakarta: Militer Korea Selatan mengirimkan kapal perusak ke Teluk Persia dekat Selat Hormuz untuk memastikan keamanan warga Negeri Ginseng. Pengerahan kapal militer itu berlangsung setelah Iran menyita kapal tanker kimia berbendera Korea Selatan dan menahan anak buah kapalnya.

Kapal tanker MT Hankuk Chemi yang membawa 7.200 ton "bahan kimia berbasis minyak" ditahan otoritas Iran atas dugaan pelanggaran batas wilayah dan pencemaran lingkungan, demikian klaim Garda Revolusi. Saat ini kapal tersebut berlabuh di pelabuhan Bandar Abbas.

MT Hankuk Chemi yang membawa 20 orang awak, beberapa diantaranya berasal dari Indonesia, sedang berlayar dari Jubail di Arab Saudi ke Fujairah di Uni Emirat Arab saat disergap militer Iran, Senin, 4 Januari 2021. Semua awak kapal diberitakan berada dalam tahanan aparat keamanan.

Menanggapi insiden tersebut, pemerintah di Seoul bereaksi cepat dengan mengirimkan unit anti bajak laut, Cheonghae, ke Selat Hormuz. Pasukan khusus ini tiba dengan menumpang kapal perusak Coi Young selasa, 5 Januari 2021. Belum jelas misi apa yang diemban pasukan elit anti perompak Korea Selatan tersebut.

Sejauh ini pemerintah di Seoul mengindikasikan akan menggunakan jalur diplomatik guna meluruskan situasi. Kemenlu Korea Selatan sudah menyatakan bakal mengirimkan delegasi ke Iran "sedini mungkin" untuk menegosiasikan pembebasan.

Perusahaan yang mengoperasikan MT Hankuk Chemi, DM Shipping, menolak tuduhan pemerintah Iran bahwa kapalnya melanggar protokol lingkungan. Kepada Reuters, manajemen perusahaan mengatakan awalnya Garda Revolusi mengklaim ingin melakukan pemeriksaan tak terjadwal, namun kemudian memerintahkan kapten kapal mengubah haluan dan melabuh ke pelabuhan Iran.

Setelah kehilangan kontak dengan kapten kapal, perusahaan mengaku menerima alarm anti bajak laut dari MT Hakuk Chemi. Adapun kamera pengawas yang dipasang di atas kapal dimatikan tidak lama setelah kejadian.

Unit Cheonghae sudah bermukim di Teluk Aden sejak tahun 2009 untuk menangkal ancaman bajak laut di kawasan itu. Pasukan berkekuatan 302 orang itu mengoperasikan kapal perusak berbobot 4.500 ton yang memiliki helikopter anti-kapal selam dan tiga kapal cepat, menurut buku putih pertahanan Korsel tahun 2018. AFP Photo

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif