Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Sri Lanka menjadi 122 orang. Sementara itu pusat manajemen bencana pemerintah menyebutkan 97 orang masih dinyatakan hilang.
Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Sri Lanka menjadi 122 orang. Sementara itu pusat manajemen bencana pemerintah menyebutkan 97 orang masih dinyatakan hilang.
Otoritas Sri Lanka meminta bantuan internasional akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda negara tersebut.
Otoritas Sri Lanka meminta bantuan internasional akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda negara tersebut.
Salah satu bantuan internasional yang telah tiba berasal dari India. Dengan membawa bantuan, tiga kapal angkatan laut India menjadi yang pertama tiba di Kolombo, pada Sabtu (27/5) malam.
Salah satu bantuan internasional yang telah tiba berasal dari India. Dengan membawa bantuan, tiga kapal angkatan laut India menjadi yang pertama tiba di Kolombo, pada Sabtu (27/5) malam.
Menurut BMKG Sri Llanka, hujan deras yang terjadi pada Kamis (25/5) merupakan yang terburuk dalam 14 tahun terakhir.
Menurut BMKG Sri Llanka, hujan deras yang terjadi pada Kamis (25/5) merupakan yang terburuk dalam 14 tahun terakhir.
Kondisi ini diperkirakan akan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan, mengingat musim muson barat yang terjadi dari bulan November sampai Februari dan Sri Lanka bagian selatan akan menjadi wilayah terbasah selama bulan Mei hingga September mendatang.
Kondisi ini diperkirakan akan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan, mengingat musim muson barat yang terjadi dari bulan November sampai Februari dan Sri Lanka bagian selatan akan menjadi wilayah terbasah selama bulan Mei hingga September mendatang.

Banjir dan Longsor Landa Sri Lanka, 122 Orang Tewas

28 Mei 2017 11:38
Metrotvnews.com, Sri Lanka: Bencana banjir dan longsor melanda Sri Lanka. Sedikitnya 91 orang masih hilang akibat banjir dan longsor setelah hujan deras yang terjadi. Tercatat 122 orang tewas dan 97 orang dinyatakan hilang, Minggu (28/5/2017). AFP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(KHL)

Internasional banjir bandang