Puing-puing pesawat masa Perang Dunia II ditemukan di sisi gunung yang tertutup salju di negara bagian Arunachal Pradesh, di timur laut India.
Puing-puing pesawat masa Perang Dunia II ditemukan di sisi gunung yang tertutup salju di negara bagian Arunachal Pradesh, di timur laut India.


Sebuah pesawat Perang Dunia II yang hilang 77 tahun lalu, telah teridentifikasi di wilayah terpencil Himalaya, India bulan lalu. Sebelumnya, pencarian pesawat nahas tersebut menyebabkan kematian tiga pemandu.
Sebuah pesawat Perang Dunia II yang hilang 77 tahun lalu, telah teridentifikasi di wilayah terpencil Himalaya, India bulan lalu. Sebelumnya, pencarian pesawat nahas tersebut menyebabkan kematian tiga pemandu.

Pesawat Perang Dunia II yang Jatuh di India Ditemukan Setelah 77 Tahun

Internasional India Pesawat Jatuh perang dunia ii
21 Januari 2022 13:27
Jakarta: Sebuah pesawat Perang Dunia II yang hilang hampir 80 tahun lalu, telah teridentifikasi di wilayah terpencil Himalaya, India bulan lalu. Sebelumnya, pencarian pesawat nahas tersebut menyebabkan kematian tiga pemandu.

Pesawat angkut C-46 dengan membawa 13 orang dari Kunming, Tiongkok selatan menghilang dalam cuaca badai di atas bentangan pegunungan negara bagian Arunachal Pradesh pada minggu pertama tahun 1945.

"Pesawat ini tidak pernah terdengar lagi. Menghilang begitu saja," kata Clayton Kuhles, seorang petualang AS yang memimpin misi setelah permintaan dari putra salah satu penumpang pesawat itu.

Ekspedisi memakan waktu berbulan-bulan. Kuhles dan tim pemandu dari kelompok etnis Lisu lokal mengarungi sungai setinggi dada dan berkemah di suhu beku di ketinggian. Tiga pemandu meninggal karena hipotermia pada tahap awal proyek saat berkemah selama badai salju September.

Tetapi tim akhirnya menemukan pesawat di puncak gunung yang tertutup salju bulan lalu, di mana mereka dapat mengidentifikasi puing-puing dengan nomor ekor. Tidak ada jenazah yang tersisa dari pesawat itu.

Kuhles ditugaskan untuk melakukan pencarian oleh Bill Scherer, anak seorang perwira yang berada di dalam pesawat ketika jatuh.

"Yang bisa saya katakan adalah saya sangat gembira, hanya mengetahui di mana dia berada. Ini menyedihkan tapi menggembirakan," kata Scherer kepada AFP melalui email dari New York. 

"Saya tumbuh tanpa ayah. Yang bisa saya pikirkan hanyalah ibu saya yang malang, mendapatkan telegram dan mengetahui suaminya hilang dan dia ditinggalkan bersama saya, seorang bayi laki-laki berusia 13 bulan."

Ratusan pesawat militer AS hilang di sekitar teater operasi di India, Tiongkok dan Myanmar selama Perang Dunia II.

 Sementara tembakan musuh dari pasukan Jepang menyebabkan beberapa kerugian pesawat, namun Kuhles mengatakan mayoritas diyakini telah jatuh oleh kerusakan es, angin badai, dan kondisi cuaca buruk lainnya. AFP PHOTO/MIA Recoveries

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif