Politisi terkemuka dan mantan Perdana menteri Sudan Sadiq al-Mahdi dimakamkan di Khartoum, Jumat, 27 November 2020. Sadiq meninggal karena infeksi virus korona setelah menjalani perawatan selama tiga minggu di rumah sakit di Uni Emirat Arab (UAE).
Politisi terkemuka dan mantan Perdana menteri Sudan Sadiq al-Mahdi dimakamkan di Khartoum, Jumat, 27 November 2020. Sadiq meninggal karena infeksi virus korona setelah menjalani perawatan selama tiga minggu di rumah sakit di Uni Emirat Arab (UAE).
Pemakaman al-Mahdi dihadiri ribuan pendukungnya. Mereka mengenakan masker dan memakai pakaian putih-putih. Tidak ada jaga jarak di antara pelayat karena saking banyaknya yang hadir.
Pemakaman al-Mahdi dihadiri ribuan pendukungnya. Mereka mengenakan masker dan memakai pakaian putih-putih. Tidak ada jaga jarak di antara pelayat karena saking banyaknya yang hadir.
Pada Oktober, keluarga mengatakan al-Mahdi positif terkena covid-19, dan dipindahkan ke UAE untuk menjalani perawatan beberapa hari kemudian, setelah dirawat di rumah sakit di Sudan.  Beberapa anggota keluarga dan pejabat partai terkemuka juga dinyatakan positif covid-19.
Pada Oktober, keluarga mengatakan al-Mahdi positif terkena covid-19, dan dipindahkan ke UAE untuk menjalani perawatan beberapa hari kemudian, setelah dirawat di rumah sakit di Sudan. Beberapa anggota keluarga dan pejabat partai terkemuka juga dinyatakan positif covid-19.
Mahdi, 84 tahun, adalah PM terakhir yang dipilih secara demokratis di Sudan dan digulingkan pada 1989 dalam kudeta militer, yang membawa mantan Presiden Omar al-Bashir ke tampuk kekuasaan.  Mahdi memimpin partai Umma Islam moderat dan tetap menjadi tokoh berpengaruh, bahkan setelah Bashir digulingkan pada April 2019.
Mahdi, 84 tahun, adalah PM terakhir yang dipilih secara demokratis di Sudan dan digulingkan pada 1989 dalam kudeta militer, yang membawa mantan Presiden Omar al-Bashir ke tampuk kekuasaan. Mahdi memimpin partai Umma Islam moderat dan tetap menjadi tokoh berpengaruh, bahkan setelah Bashir digulingkan pada April 2019.

Meninggal Positif Covid-19, Mantan PM Sudan Dimakamkan

Internasional politik sudan Virus Korona covid-19
27 November 2020 19:17
Khartoum: Politisi terkemuka dan mantan Perdana menteri Sudan Sadiq al-Mahdi dimakamkan di Khartoum, Jumat, 27 November 2020. Sadiq meninggal karena infeksi virus korona setelah menjalani perawatan selama tiga minggu di rumah sakit di Uni Emirat Arab (UAE). 

Pada Oktober, keluarga mengatakan al-Mahdi positif terkena covid-19, dan dipindahkan ke UAE untuk menjalani perawatan beberapa hari kemudian, setelah dirawat di rumah sakit di Sudan.  Beberapa anggota keluarga dan pejabat partai terkemuka juga dinyatakan positif covid-19.  

Mahdi, 84 tahun, adalah PM terakhir yang dipilih secara demokratis di Sudan dan digulingkan pada 1989 dalam kudeta militer, yang membawa mantan Presiden Omar al-Bashir ke tampuk kekuasaan.  Mahdi memimpin partai Umma Islam moderat dan tetap menjadi tokoh berpengaruh, bahkan setelah Bashir digulingkan pada April 2019. 

Mahdi kembali ke  Sudan pada Desember 2018 setelah mengasingkan diri selama setahun, tepat ketika protes atas memburuknya kondisi ekonomi dan pemerintahan Bashir memanas.  

Putrinya Mariam Sadiq al-Mahdi, wakil pemimpin Partai Umma, termasuk di antara mereka yang ditahan selama  demonstrasi. 

Setelah militer memaksa Bashir turun dari kekuasaan, Mahdi mendorong perubahan ke pemerintahan sipil. Ia memperingatkan tentang risiko kudeta balasan dan menyerukan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter yang kuat untuk diintegrasikan. 

Pemerintah Sudan menangkap Mahdi pada 2014 dan menuduhnya bersekongkol dengan pemberontak bersenjata, tuduhan yang dapat diganjar dengan hukuman mati, membuatnya mencari perlindungan di Kairo. AFP PHOTO/Ahmed Mustafa

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif