Ratusan warga Prancis bersiap meninggalkan Kota Wuhan, sebelum keberangkatan ke negaranya, di Bandara Wuhan, Tiongkok, Kamis, 30 Januari 2020 malam waktu setempat.
Ratusan warga Prancis bersiap meninggalkan Kota Wuhan, sebelum keberangkatan ke negaranya, di Bandara Wuhan, Tiongkok, Kamis, 30 Januari 2020 malam waktu setempat.
Sekitar 200 penumpang yang dipulangkan diperkirakan akan tiba di Prancis pada 31 Januari 2020, dan akan menjalani karantina di tempat khusus selama 14 hari di pusat liburan di Carry-le-Rouet, dekat Marseille, Prancis selatan.
Sekitar 200 penumpang yang dipulangkan diperkirakan akan tiba di Prancis pada 31 Januari 2020, dan akan menjalani karantina di tempat khusus selama 14 hari di pusat liburan di Carry-le-Rouet, dekat Marseille, Prancis selatan.
Pemerintah Tiongkok telah mengambil langkah ekstrem untuk menghentikan penyebaran virus korona, yang secara efektif mengkarantina lebih dari 50 juta orang di Wuhan dan sekitar Provinsi Hubei, termasuk ribuan orang asing.
Pemerintah Tiongkok telah mengambil langkah ekstrem untuk menghentikan penyebaran virus korona, yang secara efektif mengkarantina lebih dari 50 juta orang di Wuhan dan sekitar Provinsi Hubei, termasuk ribuan orang asing.
Virus ini telah menyebar dari Kota Wuhan ke lebih dari 15 negara, dengan sekitar 60 kasus di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan yang terbaru, Timur Tengah. Jumlah kematian akibat virus korona di Tiongkok terus menanjak menjadi 213 orang hingga Jumat pagi.
Virus ini telah menyebar dari Kota Wuhan ke lebih dari 15 negara, dengan sekitar 60 kasus di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan yang terbaru, Timur Tengah. Jumlah kematian akibat virus korona di Tiongkok terus menanjak menjadi 213 orang hingga Jumat pagi.

Ratusan Warga Prancis Dievakuasi dari Wuhan

31 Januari 2020 09:35
Hubei: Sebuah pesawat yang mengangkut sekitar 200 warga Prancis terbang keluar dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Kamis, 30 Januari 2020 malam. Pesawat dijadwalkan tiba di Prancis Jumat, 31 Januari 2020. AFP PHOTO/Hector Retamal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional virus korona