Karyawan berunjuk rasa di depan pabrik Siemens 'Dynamowerk' di Berlin, Jumat, 17 November 2017 waktu setempat.
Karyawan berunjuk rasa di depan pabrik Siemens 'Dynamowerk' di Berlin, Jumat, 17 November 2017 waktu setempat.
Mereka memprotes rencana perusahaan untuk mengurangi sekitar 6.900 pekerjaan di seluruh dunia pada divisi listrik, gas dan penggeraknya, yang setengahnya di Jerman.
Mereka memprotes rencana perusahaan untuk mengurangi sekitar 6.900 pekerjaan di seluruh dunia pada divisi listrik, gas dan penggeraknya, yang setengahnya di Jerman.
Siemens pada Kamis, 16 November 2017 mengatakan bahwa pihaknya ingin mengurangi sekitar 6.900 pekerjaan, atau mendekati 2% dari angkatan kerja globalnya. Sekitar setengah dari mereka erada di Jerman, terutama di divisi listrik dan gasnya, yang terkena dampak pesatnya pertumbuhan energi terbarukan.
Siemens pada Kamis, 16 November 2017 mengatakan bahwa pihaknya ingin mengurangi sekitar 6.900 pekerjaan, atau mendekati 2% dari angkatan kerja globalnya. Sekitar setengah dari mereka erada di Jerman, terutama di divisi listrik dan gasnya, yang terkena dampak pesatnya pertumbuhan energi terbarukan.
IG Metall, serikat pekerja terbesar Jerman, menyerukan demonstrasi di Berlin dan kota Offenbach dekat Frankfurt, mendesak Siemens untuk merevisi rencana yang dinilai akan merugikan perusahaan tersebut. Menurut pejabat senior Siemens, jumlah tersebut dapat direvisi setelah negosiasi dengan serikat pekerja.
IG Metall, serikat pekerja terbesar Jerman, menyerukan demonstrasi di Berlin dan kota Offenbach dekat Frankfurt, mendesak Siemens untuk merevisi rencana yang dinilai akan merugikan perusahaan tersebut. Menurut pejabat senior Siemens, jumlah tersebut dapat direvisi setelah negosiasi dengan serikat pekerja.

Ribuan Karyawan Siemens Protes Rencana PHK

18 November 2017 16:00
Berlin: Ribuan karyawan Siemens melakukan unjuk rasa di berbagai kota di Jerman pada Jumat, 17 November 2017. Mereka memprotes rencana restrukturisasi yang mencakup PHK massal di unit gas dan listrik, yang terkena dampak pertumbuhan pesat energi terbarukan. AFP/Tobias Schwarz

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional unjuk rasa