10 Juta Penduduk sudah Divaksinasi

10 Juta Penduduk sudah Divaksinasi

27 Maret 2021 08:03
PELAKSANAAN vaksinasi covid-19 per 26 Maret 2021 sudah menyasar 10 juta orang. Rata-rata penyuntikan sudah mencapai 500 ribu orang dalam satu hari.

Berkaca dari data tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut program vaksinasi sudah berjalan sesuai target yang ditetapkan.

“Insya Allah vaksinasi akan menembus 10 juta hari ini dengan kecepatan rata-rata harian 500 ribu penyuntikan,” ujar Budi di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021.

Ia optimistis ke depannya rata-rata vaksinasi harian akan terus naik. Terlebih, mulai April, pemerintah akan memiliki ketersediaan vaksin sebanyak 15 juta dosis per bulan.

Selain itu, Budi menyampaikan situasi terkini terkait penyebaran covid-19 di belahan bumi lain. Di India, kasus aktif harian melonjak sangat tajam hingga mencapai 54 ribu kasus baru per hari.

Hal tersebut menimbulkan persoalan baru. Pasalnya, India merupakan salah satu produsen sekaligus distributor vaksin ke negara-negara lain.

“Mulai terjadi embargo vaksin dari India karena mereka berupaya menggunakan untuk negaranya sendiri. Ini bisa mengganggu ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksin agar tidak terjadi kekosongan vaksin nantinya,” ucap Budi.

Pelaksanaan vaksinasi di beberapa daerah juga berlangsung masif. Di Banyumas, Jawa Tengah, setiap harinya sekitar 2.000 warga lansia bakal melaksanakan vaksinasi massal. Vaksinasi dimulai pada Rabu, 31 Maret mendatang yang merupakan kerja sama dengan Kementerian BUMN.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa dia menerima kunjungan dari staf Kementerian BUMN yang menginformasikan adanya vaksinasi massal pada akhir bulan ini bagi warga lansia di atas 60 tahun.

Dari Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan pelaksanaan vaksinasi massal mulai memasuki tahap kedua, termin pertama. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Manto Beyeng, menjelaskan pada tahap satu sebanyak 2.120 dosis vaksin Sinovac telah diterima Dinkes Kabupaten Lembata. 

Pada dosis pertama itu vaksin diberikan kepada 1.047 sasaran dan untuk dosis kedua diberikan kepada 1.046 sasaran.

Memasuki tahap kedua termin pertama ada 1.200 dosis untuk 600 sasaran. Pada dosis pertama, tahap kedua termin pertama, vaksin telah diberikan kepada 577 tenaga kesehatan.

Kawal vaksinasi
Perihal program vaksinasi nasional ini, Presiden Joko Widodo mengistruksikan para bupati untuk betul-betul mengawal pelaksanaan di daerah masing-masing.

Tiap-tiap pemimpin daerah harus mengetahui secara detail berapa jumlah penduduk yang diprioritaskan untuk menerima suntikan vaksin. 

“Yang mau kita vaksin itu ada 181,5 juta orang. Tapi kita harus tahu siapa yang didahulukan. Kalau saya datang, saya tanya, harus tahu. Jangan pakai kurang lebih. Itu berarti tidak mengerti,” ujar Jokowi dalam Pembukaan Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, para bupati harus memiliki strategi jitu dalam mengawal program vaksinasi. Misalnya membuat kebijakan dengan mendahulukan masyarakat yang berada atau beraktivitas di kawasankawasan dengan mobilitas tinggi. Dok Media Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WWD)

Grafis vaksin covid-19