Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Konstruksi Rumah Tahan Gempa

29 November 2022 11:30
Jakarta: Gempa bermagnitudo 5,6 yang meluluhlantakkan Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022, telah menyebabkan tewasnya 300 lebih penduduknya. Tercatat 58.049 rumah rusak dan separuhnya berkategori berat, mencapai 25.186 unit.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kerusakan masif gempa di kedalaman 10 kilometer itu amat signifikan karena berjenis tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

Dari hasil pengamatan lapangan, struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa. Banyak rumah yang dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa karena menggunakan besi tulangan atau semen standar.

Karena itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan membangun dan merelokasi rumah rusak berat korban gempa Cianjur dengan konstruksi tahan gempa.

Rumah tahan gempa dapat tercipta jika seluruh elemen-elemen dari bangunan mulai fondasi, balok sloof, kolom, dinding, hingga balok atap tersambung dengan baik dan benar. Selain itu, perlu adanya penyalur beban dari satu elemen ke elemen lain agar bangunan tidak mudah runtuh dan dapat menahan beban gempa.

Dalam realisasinya, pembuatan rumah tahan gempa memang membutuhkan biaya yang lebih mahal ketimbang rumah pada umumnya. Namun, dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Erwin Rommel mengatakan hal tersebut bisa disiasati dengan penggunaan bahan-bahan bangunan yang tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal. Sumber: Media Indonesia/BPNPB/Redaksi MetroTV
(WWD)

Grafis gempa

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif