Pengusaha Biayai Vaksinasi 20 Juta Pekerja

Pengusaha Biayai Vaksinasi 20 Juta Pekerja

11 Februari 2021 08:30
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membuka pendaftaran program vaksinasi gotong royong bagi baik 20 juta karyawan maupun keluarga karyawan hingga 17 Februari 2021. Vaksinasi diperkirakan terealisasi pada Maret 2021.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani memastikan biaya vaksinasi tersebut tidak dibebankan kepada karyawan, tetapi ditanggung tiap perusahaan.

“Total 40% dari angkatan kerja yang jumlahnya 130 juta orang adalah 52 juta orang sehingga mungkin yang ikut adalah setengahnya, yakni sekitar 26 juta orang, atau setidaknya 20 juta pegawai,”  katanya dalam keterangannya, Rabu, 10 Februari 2021.

Saat ini, pihaknya tengah menghimpun data jumlah perusahaan yang akan mengikuti program vaksinasi tersebut dan menunggu regulasi resminya dari pemerintah. Program vaksinasi mandiri tersebut, ungkapnya, akan
dilakukan setelah tuntasnya tahapan vaksinasi sektor prioritas kepada tenaga kesehatan (nakes) dan petugas pelayanan publik.

Menurut Rosan, perusahaan padat karya, perusahaan manufaktur, perbankan, logistik, dan sektor lain khususnya yang berada di zona merah covid-19 sangat antusias dengan program itu. Vaksinasi mandiri ini nantinya juga
akan diikuti pekerja dari sektor UMKM.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengapresiasi inisiatif pengusaha dan meminta mereka bersabar menunggu lampu hijau dari pemerintah. Saat ini pemerintah berkonsentrasi memprioritaskan kelompok berisiko tinggi terpapar oleh covid-19 seperti tenaga kesehatan.

Sejak 13 Januari 2021 hingga 10 Februari 2021, sebanyak 969.546 nakes telah divaksin covid-19 dosis 1 (66,1% sasaran) dan 279.251 nakes divaksin covid-19 dosis 2 (19,01% sasaran). Total ada 1,46 juta nakes yang menjadi sasaran vaksinasi.

Vaksinasi covid-19 membidik 181 juta rakyat Indonesia guna membentuk 70% herd immunity atau kekebalan kelompok dalam menanggulangi pandemi.

Uji mutu

PT Bio Farma (persero) melaporkan sebanyak 10 juta vaksin dari Sinovac, Tiongkok, dalam bentuk bahan baku telah datang ke Indonesia. Namun, menurut juru bicara vaksinasi dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi untuk memproduksi 15 juta bahan baku vaksin Sinovac tahap ketiga. “Sekitar 13 juta dosis yang sudah kami siapkan dalam waktu dekat ini untuk kembali diuji mutu oleh Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan,” jelasnya.

Selain mendatangkan vaksin dari Tiongkok, Indonesia terus bekerja mengembangkan vaksin merah putih. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek Prof Ali Ghufron Mukti memperkirakan kandidat bibit vaksin merah putih akan diserahkan ke Bio Farma untuk diuj pada Maret 2021. Dok.MI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WWD)

Grafis Virus Korona