Strategi Mangkus Gerakan dari Desa

Strategi Mangkus Gerakan dari Desa

Grafis Virus Korona
22 Februari 2021 16:51
RIDWAN Kamil mengakui efektivitas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Di satu sisi, dampaknya telah membuat penurunan angka kasus dan tingkat keterisian ruang isolasi.

Di sisi lain, skema PPKM mikro dengan pelibatan aktif kecamatan dan desa, membuat upaya pemulihan ekonomi masyarakat bisa mulai digenjot. 

“Dengan PPKM mikro, tidak serta-merta satu daerah dinyatakan zona merah. Zona merah di satu atau dua kelurahan, tidak membuat satu daerah ditetapkan dengan status yang sama,” kata Gubernur Jawa Barat itu, di Cianjur, Minggu, 21 Februari 2021.

Kebijakan ini membuat sektor perekonomian bisa mulai digenjot. Di Jawa Barat, Emil mengincar pariwisata sebagai penopang kebangkitan ekonomi.

Ia mengaku mengincar turis lokal. Mereka bukan pengguna pesawat terbang, tapi cukup pemotor, bahkan pesepeda. Untuk itu, pihaknya terus menggaungkan informasi, promosi, dan inovasi lebih kencang.

Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga mengakui PPKM mikro tahap pertama dan kedua mampu menurunkan jumlah penderita covid-19. PPKM mikro dimulai 9 Februari dan akan berakhir 22 Februari.

“Evaluasi yang kami lakukan memperlihatkan terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai indikator epidemiologis. Intervensi PPKM mikro sangat efektif untuk menurunkan penyebaran covid-19 di Jawa Timur,” tambahnya.

Indikasi juga bisa dilihat langsung dari penurunan jumlah pasien yang harus dirawat di ruang isolasi. “Tingkat keterisiannya turun dari 79% menjadi 46% di ruang isolasi dan dari 72% menjadi 57% di ruang ICU. Tingkat keterisian ini sudah sesuai standar ideal WHO di bawah 60%,” tambah Khofifah.

Sebelum PPKM mikro, lanjut dia, terdapat 210 RT zona merah. “Kini dengan kriteria Gugus Tugas Covid-19, tidak ada lagi RT zona merah.”

Limbah masker
Di sisi lain, di tengah penerapan PPKM mikro yang berdampak baik, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Gintung mengingatkan persoalan limbah masker. Tumpukan limbah masker yang dihasilkan warga bisa jadi ancaman baru.

“Dampak limbah masker cukup besar. Selama pandemi ini sudah 1,5 ton terkumpul dari rumah tangga. Belum dari pos,” tambah.

Jika tidak dikelola dengan baik, limbah masker akan mencemari tanah dan. Ke depan, ia akan menjadi sumber bencana yang tidak terlihat secara langsung. Di tengah peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, ia berharap masyarakat menyadari bahwa limbah masker juga menjadi tanggung jawab bersama.

Bagaimana menekan limbah masker tidak jadi bencana baru? Langkah termudah ialah melakukan pemilahan dan pemisahan limbah masker dari sampah lain, mulai dari rumah.

“Limbah ini harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Harus menjadi etos kerja keluarga dan komunitas. Masker yang kita pakai bisa menjadi sumber penyakit jika tidak dikelola dengan baik,” sambung Alexander.

Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19 Lia G Partakusuma mengatakan daerah lain bisa mencontoh Jakarta dalam penanganan masker. “Jakarta sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah khusus limbah medis di setiap kecamatan dan di puncaknya dikelola pihak ketiga. Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif