Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Pekan Depan

16 Februari 2021 14:18
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa vaksinasi covid-19 untuk petugas pelayan publik akan dimulai pada pekan depan. Selain itu, masyarakat dengan risiko tinggi terpapar virus korona juga bisa segera mendapat vaksinasi.

"Mulai pekan depan sudah mulai untuk pelayanan publik yang sering berhubungan dengan masyarakat," kata Presiden Jokowi acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2021, Kamis, 11 Februari 2021.

Jokowi meminta agar vaksinasi untuk petugas pelayan publik dapat diprioritaskan untuk masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, misalnya, para pedagang di pasar dan para pekerja di sektor jasa. 

Untuk mencapai herd immunity, Jokowi ingin pelaksanaan vaksinasi tak dilakukan terhadap orang per orang, tapi dilakukan secara klaster.

"Kita ingin vaksinasi klaster, memagari sehingga tercipta kekebalan komunal, atau misalnya di kota ada mal, sudah karyawan di mal langsung (divaksinasi) karena dia banyak sekali berhubungan dengan masyarakat," ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya perencanaan vaksinasi secara detail. "Sekali lagi, perencanaan secara detail harus dipetakan. Kalau vaksin datang dalam jumlah banyak itu siapa didahulukan," katanya.

Ia mengemukakan pula bahwa pemerintah memprioritaskan vaksinasi covid-19 untuk warga lanjut usia. "Lanjut usia itu jadi prioritas dan kita pemerintah pusat sedang bekerja keras untuk memperoleh tambahan vaksin dari berbagai sumber. Vaksin ini produsennya tidak banyak, tapi diperebutkan 215 negara, rebutan semuanya," tambahnya

Presiden meminta pemerintah daerah dan pemerintah kota membantu menyiapkan tenaga pelaksana vaksinasi serta penyelenggaraan vaksinasi.

Di puskesmas silakan melakukan, tapi harus ada yang dalam bentuk massal. Kumpulkan misalnya di GOR, balai kota, dan jumlah yang banyak sehingga vaksinasi harian ini bisa kita lakukan suntikan vaksin dalam jumlah banyak sehingga dapat segera tercapai herd immunity (kekebalan komunal)," kata Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa saat ini vaksinasi covid-19 baru dilakukan di 42 negara termasuk Indonesia. "Kita sudah dapat komitmen 426 juta dosis. Ini alhamdulillah karena sejak awal, sejak Agustus, kita sudah lakukan pendekatan dengan produsen-produsen vaksin," katanya.

Ia menambahkan bahwa vaksin bukan merupakan barang mudah, karena semua negara rebutan. "Oleh sebab itu, vaksinasi harus tepat sasaran, tepat target betul, jangan sampai meleset," ujarnya.

Sejumlah perusahaan farmasi sudah berkomitmen untuk mengirim vaksin ke Indonesia, termasuk di antaranya perusahaan farmasi Tiongkok Sinovac, pabrik vaksin Amerika Serikat-Kanada Novavax, perusahaan Inggris AstraZeneca, serta perusahaan gabungan Jerman dan Amerika Serikat Pfizer BioNTech.

Pemerintah Indonesia juga akan mendapat pasokan vaksin Novavax dan AstraZenica melalui kerja sama multilateral WHO dan Aliansi Vaksin Dunia (Covax-GAVI).

Indonesia sudah menerima kiriman tiga juta dosis vaksin siap pakai dari Sinovac. Selain itu Sinovac sudah mengirimkan bahan baku 25 juta dosis vaksin dengan cadangan sebanyak 2,5 juta dosis yang akan diolah oleh PT Bio Farma. Dok Metro TV 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Grafis Virus Korona covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19