Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang
Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang
Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang
Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang
Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang
Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang
Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang
Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang

Gempa Majene Sulbar Gempa Berulang

Grafis Gempa Bumi
16 Januari 2021 13:53
Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa bumi di Majene, Provinsi Sulawesi Barat merupakan gempa berulang dilihat berdasarkan sejarah gempa masa lalu.

"Sesar naik Mamuju yang diduga sebagai sumber gempa Majene ini sangat aktif. Dari sebaran gempa utama dan susulan yang terjadi sejak 14-15 Januari, ada tiga yang bisa kita kenali sumbernya dan memiliki kesamaan dengan gempa masa lalu," kata Koordinator Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat, 15 Januari 2021.

Daryono mengatakan, bahwa gempa yang terjadi di Majene merupakan perulangan gempa pada 1969 karena dibangkitkan oleh sumber yang sama yaitu Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust). Namun saat itu pusat gempa berada di laut sehingga menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data dan historis, telah terjadi tiga kejadian gempa dan tsunami merusak di sekitar Majene yaitu pada 11 April 1967 dengan magnitudo 6,3 di Polewali Mandar yang menimbulkan tsunami dan menyebabkan 13 orang meninggal.  

Kemudian pada 23 Februari 1969 di Majene dengan magnitudo 6,9 menyebabkan 64 orang meninggal, 97 luka dan 1.287 rumah rusak di empat desa. Serta pada 8 Januari 1984 dengan magnitudo 6,7 di Mamuju namun tidak ada catatan korban jiwa tapi banyak rumah yang rusak.

Seperti diketahui Majene diguncang gempa kuat dengan magnitudo 6,2 pada Jumat, 15 Januari 2021 pukul 01.28.17 WIB. Episenter terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT tepatnya di darat pada kedalaman 10 km. Dengan meningkatnya magnitudo gempa menjadi lebih besar 6,2 dari sebelumnya magnitudo 5,9 pada Kamis, 14 Januari 2021, gempa kedua berdampak lebih merusak dan lebih luas cakupan dampaknya. 

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat pukul 14.00 WIB, 35 orang meninggal akibat gempa di Sulawesi Barat dengan rincian 26 orang meninggal di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majene. Selain korban jiwa, gempa juga menimbulkan kerusakan. Cukup banyak rumah warga dan gedung-gedung di Mamuju yang ambruk diguncang gempa.

Sementara itu Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa terhadap para korban gempa di Kabupaten Majene, Sulbar. "Saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas korban yang meninggal dunia," kata Presiden.

"Tadi pagi saya juga bertelepon terhadap Gubernur Sulawesi Barat dan saya juga telah memerintahkan kepada Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kepada Menteri Sosial, Kepala Basarnas (Badan SAR Nasional), Panglima TNI dan Kapolri serta jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat," tambah Presiden.

Menteri Sosial Tri Rismaharini telah memerintahkan jajarannya untuk secepatnya mengirimkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) wilayah sekitarnya, Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta menyalurkan berbagai bantuan logistik ke Majene dan Mamuju, Sulbar. 

"Semua logistik di gudang Sulbar dikeluarkan untuk membantu masyarakat. Dapur umum akan didirikan di titik pengungsian. Segera kami informasikan updatenya. Satu unit mobil dapur umum bisa memasak sampai 2000 nasi bungkus dalam satu kali masak, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan 6000 nasi bungkus.,” kata Risma. 

Untuk membantu penanganan korban gempa, TNI AL mengirimkan Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso-990 ke Mamuju. Selain kapal RS, TNI AL mengerahkan personel kesehatan dari Batalyon Kesehatan (Yokes) 1 dan 2 Marinir.

"Selain kapal rumah sakit, juga akan disiapkan Batalyon Kesehatan (Yokes) 1 dan 2 Marinir untuk menggelar bantuan kesehatan. Sementara Batalyon Zeni 1 Marinir akan membantu pembersihan daerah terdampak ataupun pascagempa untuk rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono. Dok Metro TV
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif