Kemristek Dukung Inovasi RT LAMP Saliva

Kemristek Dukung Inovasi RT LAMP Saliva

26 Maret 2021 08:05
KEMENTERIAN Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) mendukung tes diagnostik covid-19 karya anak bangsa dengan sampel air liur (saliva) sebagai bagian dari #InovasiIndonesia yang diluncurkan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe).

“RT LAMP Saliva ini bisa menjawab tantangan akan keterbatasan laboratorium kita, yang mungkin tidak semua daerah bisa mempunyai fasilitas ini. RT LAMP Saliva ini harapannya bisa membuat masyarakat mau untuk diperiksa, nyaman, praktis, cepat, dan ekonomis, selain tentunya tingkat akurasi tinggi,” kata Menristek Bambang PS Brodjonegoro, Kamis, 25 Maret 2021.

Tes diagnostik covid-19 dengan sampel air liur itu menggunakan metode reverse transcription loop mediated isothermal amplification (RT LAMP). RT LAMP Saliva dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2.

Bambang pun meminta Kalbe Farma tetap terus melakukan post marketing survey untuk membandingkan pengamatan pengujian validitas RT LAMP Saliva dan membandingkan hasil tes RT LAMP Saliva dengan swab test RT-PCR yang merupakan gold standard.

Menristek mengapresiasi Kementerian Kesehatan yang telah memberikan izin edar RT LAMP Saliva Kalbe Farma dan juga menyampaikan dorongan kepada pihak swasta seperti Kalbe Farma untuk terus mengembangkan R&D agar menghasilkan inovasi Indonesia.

“Tentunya Kemenristek/BRIN sangat siap untuk mendukung segala inovasi yang berasal dari ber0bagai pihak di Indonesia, termasuk dari luar pemerintah ataupun perguruan tinggi,” tuturnya.

Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady menjelaskan tes pemeriksaan RT LAMP dengan sampel saliva ini akan sangat bermanfaat bagi percepatan penanggulangan pandemi covid-19, membantu pemerintah melakukan tracing dan testing, serta dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah dengan minim infrastruktur laboratorium pemeriksaan covid-19. dok Media Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WWD)

Grafis Virus Korona