Ingin Makan Mi Instan? Ketahui 4 Kandungan Ini

Ingin Makan Mi Instan? Ketahui 4 Kandungan Ini

Grafis makanan sehat
10 Mei 2022 11:51
Jakarta: Mi instan menjadi salah satu makanan favorit. Di sisi lain, mi instan menjadi salah satu faktor seseorang terkena penyakit.

Hal ini membuat orang-orang jadi takut untuk mengonsumsinya atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali. Namun apakah anggapan ini benar dan perlu dipertahankan?
 
Prof. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam-Gastroenterologi-Hepatologi mengungkapkan bahwa kita tak boleh langsung menyalahkan mi instan seutuhnya, ketika seseorang memiliki permasalahan kesehatan, terutama di bagian saluran pencernaan atas. Sebab suatu penyakit bisa muncul dari berbagai faktor.
 
“Mungkin ada hidup tidak sehat, dan mungkin konsumsinya berlebihan. Misalnya tiga bungkus sehari. Kemudian minum kopi, soda. Hal-hal ini memang bisa memperburuk saluran pencernaan atas,” ungkap Prof. Ari.

Hal yang perlu diingat untuk menjaga kesehatan adalah dengan selalu membaca informasi nilai gizi yang biasanya tertera pada produk. Di sana kamu bisa menimbang apakah suatu makanan itu baik atau buruk untuk dikonsumsi.
 
Mi instan secara keseluruhan adalah makanan yang bisa dimakan. Namun mungkin kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti:
 

1. Kalori

“Misalnya, pertama satu bungkus mi instan ini mengandung 380 Kkal. Kita bicara tentang kalori dulu. Ini artinya mi saja. Kadang kan masyarakat kan menggunakan mi ini seperti sayur. Seperti lauk. Maksudnya ditambahin lagi nasi. Belum tambah telur lagi. Jadi artinya satu makan mi ini, seseorang sudah mengonsumsi seperti makan full,” paparnya.
 
“Apabila dikonsumsi tiga kali. Pasti dia akan mendapat kalori yang berlebihan,” tambahnya.
 

2. Lemak dan protein

“Kemudian liat lagi komponennya. Ternyata ada nilai lemak yang cukup tinggi. Lemaknya 21 persen. Ini baru satu bungkus. Kalau tiga bungkus sehari, berarti kebutuhan lemaknya sudah terpenuhi dalam satu hari, namun nilai protein yang kurang. Karena protein hanya 13 persen,” jelasnya.
 
Bila seseorang rajin makan mi instan tanpa memenuhi kebutuhan gizi lainnya, maka hasilnya seseorang bisa kekurangan gizi. Hal ini tentunya akan menganggu kesehatanmu.

“Jadi kalau jangka panjang, dia bisa kekurangan gizi,” jelasnya.
 

3. Natrium

Sebelumnya juga sempat ada berita bahwa orang tua stroke habis makan mi isntan. Hal ini mungkin saja terjadi karena, menurut Prof. Ari, dalam satu bungkus mi instan terdapat cukup banyak natrium.
 
“Habis makan mi, orang stroke. Bisa. Karena memang natriumnya besar sekali. Di sini natriumnya 1 gram. Jadi 1070 mg sedangkan kebutuhan kita orang normal sehari-hari itu hanya sekitar 1,5 gram-2 gram. Jadi artinya, kalau kita konsumsi dua, sudah berlebihan natrium yang kita konsumsi sehari. Tambah lagi tiga,” ujarnya.
 
“Kita tahu natrium ini bisa tingkatkan asam lambung. Belum lagi kalau bicara hipertensi. Mungkin orang darahnya sudah tinggi, makan lagi garam-garam,” jelasnya.
 
Bila kamu tetap ingin memakannya, pastikan kamu tidak makan natriumnya berlebihan. Bumbunya setengah saja. Kalau bumbunya setengah paling tidak asupan natriumnya bisa kamu kurangi.
 

4. Bahan pengawet

“Belum lagi pengawetnya. Kalau konsumsinya berlebih-lebihan akan jadi masalah,” paparnya.

Jadi, kamu tak boleh menyalahkan langsung semua penyakit pada mi instan. Kamu harus lihat kondisi dulu, apakah kamu punya penyakit bawaan yang akan terpicu oleh kandungan yang ada di mi instan atau tidak.
 
“Jadi kembali lagi. Makanan ini boleh dikonsumsi tapi kondisi kita bagaimana? Kalau penderita hipertensi ya hati-hati. Natriumnya tinggi. Begitu juga dengan orang yang memiliki penyakit mag lagi kambuh. Kalau lagi akut, kan ada unsur ragi, bisa mengganggu magnya,” pungkasnya.
(FIR)
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif