Pasang Ring Boleh Divaksin

Pasang Ring Boleh Divaksin

Grafis vaksin covid-19
04 Agustus 2021 10:41
KETIKA datang tawaran vaksinasi covid-19 pada Februari 2021, Mattias, 57, segera mendaftarkan dirinya. Meski di jantungnya telah tertanam dua ring (stent), tabung kecil yang dimasukkan untuk membuka sumbatan pada aliran darah di jantung sehingga aliran darah tidak lagi terhambat.

Operasi pemasangan ring dilakukan pada Juni 2020 atau sudah lebih dari 6 bulan berlalu. Dalam proses skrining vaksin, dokter meminta surat rekomendasi dokter yang merawat Mattias untuk memastikan layak tidaknya untuk menerima vaksin.

“Dokter bilang, saya sudah bisa divaksin karena sudah 6 bulan. Aturannya kan 3 bulan,” tutur Mattias ketika dihubungi Media Indonesia, Selasa, 3 Agustus 2021 malam.

Pada vaksin dosis pertama menggunakan inactivated virus dari Sinovac, Mattias mengaku tidak merasakan apa-apa. Berbeda dengan suntikan dosis kedua. “Vaksin kedua ada pegal di tangan, ngantuk. Di rumah terasa pegal di badan, ingin tidur saja,” ujarnya.

Dari informasi yang didapat di tempat vaksin, Mattias mengatasi pegal dengan mengompres lengan yang disuntik, melakukan senam ringan untuk menggerakkan badan, dan rutin berjemur. “Itu sangat membantu menghilangkan pegal dan ngantuk,” pungkasnya.

Memang tidak semua orang dengan penyakit kardiovaskular seperti jantung, gangguan irama jantung, hipertensi, dan pembuluh darah, wajib divaksin. Jika orang tersebut memiliki penyakit komorbid yang terkendali dan diawasi dokternya, barulah vaksin covid-19 bisa diberikan.

”Mereka yang bisa menerima vaksin apabila dalam 3 bulan terakhir tidak ada keluhan atau simptom (gejala) yang membuat terbatas dan stabil, rutin kontrol dalam pengobatan, boleh dan layak menerima vaksinasi,” jelas spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Damay, SpJP, FIHA, FICA, FAsCC, saat dihubungi, Senin, 2 Agustus 2021.

Sebaliknya, vaksin tidak bisa diberikan kepada orang yang kerap sesak napas ketika beraktivitas, orang merasa nyeri dada ketika beraktivitas, orang yang suka pingsan, dada berdebar-debar, orang yang baru saja stroke. Selain itu, orang yang baru saja mengalami serangan jantung, itu termasuk orang yang belum layak menerima vaksin.

Kondisi khusus
Dalam rekomendasinya, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), pasien yang sudah pasang ring maupun bypass diimbau untuk melakukan vaksin. 

Mereka yang dibolehkan ialah pasien gagal jantung kronis yang stabil dan penderita sumbatan koroner yang telah dilakukan tindakan revaskularisasi dan hipertensi tanpa gejala dengan tekanan darah terkontrol (stabil), yakni kurang dari 140/90, tetapi cukup aman bila tekanan darahnya kurang dari 180/100 (apabila stabil tanpa gejala).

Terkait dengan penggunaan vaksin Astrazeneca dengan platform viral vector, Perki meminta pasien dengan kondisi khusus agar berkonsultasi dulu dengan dokter yang merawatnya. (Lihat grafis) 

Perki tidak merekomendasikan vaksin Astrazeneca untuk pasien dengan riwayat penurunan kadar trombosit akibat penggunaan heparin (HIT). Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif