Mengungkap Temuan Kerangka Purba Besse

Mengungkap Temuan Kerangka Purba Besse

Grafis dunia purba
20 September 2021 11:16
SITUS prasejarah Leang Paningnge, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menyingkap DNA terbaru manusia Kawasan Wallacea yang disebut sebagai Denisovan. Situs tersebut berupa gua raksasa yang indah berbentuk lorong atau gang diapit sungai. Penemuan DNA tersebut dimulai ketika tim peneliti dari Departemen Arkeologi Unhas yang melakukan penggalian di situs prasejarah di Mallawa menemukan kerangka manusia purba berupa tengkorak, bukan fosil.

“Kami mengkaji tengkorak tersebut. Namun, karena keterbatasan teknologi, termasuk biaya, hanya menemukan sedikit informasi arkeologis,” ungkap koordinator tim Prof Akin Duli.

Saat itu diketahui, kerangka tersebut berjenis kelamin perempuan dan berusia 17-18 tahun. Itu berdasarkan analisis kerangka tengkorak, khususnya pada bagian gigi belakang. Pada 2107, tim melibatkan peneliti internasional kemudian melakukan analisis DNA terhadap kerangka tersebut.

“Kerangka itu mengandung DNA yang berbeda dengan DNA manusia purba yang selama ini kita pahami sebagai asal-usul manusia di wilayah Indonesia. Ilmu pengetahuan menyebut manusia Indonesia berasal dari dua asal-usul, yaitu Afrika dan Taiwan. Temuan DNA Denisovan memberi kemungkinan ketiga. Ini agenda penelitian selanjutnya,” urai Akin.

Rangka itu diduga berusia 7.200 tahun, tertua yang ditemukan di Sulawesi, dan menunjukkan sejarah peradaban di Sulawesi. Rangka itu belum dipastikan asli Sulawesi karena DNA Denisovan lebih dekat ke Aborigin dan Papua. Denisovan bahkan lebih dulu ditemukan di Afrika.

Akin melanjutkan, di sekitar rangka ditemukan alat-alat terbuat dari batu dan banyak ditemukan tulang binatang, seperti babi, tikus, kelelawar, bahkan air asin. “Jadi, seolah-olah saat pemakaman jenazah sudah mengenal budaya tertentu,” lanjutnya.

Dari sejumlah literasi, Denisovan dianggap sebagai nenek moyang leluhur misterius manusia saat ini yang berkembang di wilayah Siberia, saat ini Rusia, dan menyebar. Kerabat dekatnya dari pohon genetik ialah manusia Neanderthal yang berkembang di wilayah Eropa.

Anggota peneliti Iwan Sumantri menjelaskan penemuan kerangka manusia purba ini memiliki makna yang luar biasa bagi ilmu pengetahuan, termasuk bagi upaya menjelaskan jati diri bangsa Indonesia. Temuan kerangka perempuan itu pun diberi nama Besse. “Ini menunjukkan bahwa keragaman bangsa Indonesia sangat kompleks karena tidak ada yang bisa mengklaim sebagai pemilik atau penduduk asli Indonesia,” pungkas Iwan.

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif