Tarif Ojek Online Resmi Naik

Tarif Ojek Online Resmi Naik

12 September 2022 15:48
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melakukan penyesuaian tarif ojek daring (online) atau ojol yang berlaku mulai Sabtu, 10 September 2022.
 
"Untuk Zona I dan Zona III terjadi kenaikan sebesar 6 sampai 10 persen biaya jasa. Penyesuaian tersebut dilakukan menyusul kenaikan harga BBM," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 7 September 2022.
 
Hendro mengungkapkan, dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang terbaru, kenaikan tarif ojol adalah sebagai berikut:
 
Tarif ojol Zona I (Sumatra, Bali, dan Jawa selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi)
  • Biaya jasa batas bawah : Rp2.000/km dari sebelumnya Rp1.850/km atau naik 8%.
  • Biaya jasa batas atas : Rp2.500/km dari sebelumnya Rp2.300/km atau naik 8,7%.
  • Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp8.000 sampai Rp10.000
 
Tarif ojol Zona II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi/Jabodetabek)
  • Biaya jasa batas bawah : Rp2.550/km dari sebelumnya Rp2.250/km atau naik 13%
  • Biaya jasa batas atas : Rp2.800/km dari sebelumnya Rp2.650/km atau naik 6%
  • Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp10.200-Rp11.200
 
Tarif ojol Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua)
  • Biaya jasa batas bawah : Rp2.300/km dari sebelumnya Rp2.100/km atau naik 9,5%
  • Biaya jasa batas atas : Rp2.750/km dari sebelumnya Rp2.600/km atau naik 5,7%
  • Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp9.200-Rp11.000
 
Lebih lanjut Hendro menyampaikan, untuk Zona II terdapat kenaikan biaya batas bawah sebesar 13,33 persen dan batas atas sebesar 6 persen
 
"Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh beberapa komponen biaya jasa seperti PPN, UMR, dan lainnya," katanya
 
Ia menambahkan, adapun biaya jasa tersebut dibagi menjadi dua, yakni biaya langsung dan biaya tak tak langsung.
 
Biaya langsung meliputi kenaikan UMR, asuransi pengemudi, dan biaya jasa minimal order 4 kilometer, dan yang terbaru adalah kenaikan harga BBM.
 
Sementara biaya tak langsung berupa sewa penggunaan aplikasi sebesar maksimal 15 persen.
 
Turut hadir dalam kegiatan ini, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, Direktur Angkutan Jalan Suharto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh, dan Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan Tonny Agus Setiono.

Sumber: Kementerian Perhubungan
(KHL)

Grafis Ojek Online

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif