Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021
Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021
Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021
Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021
Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021
Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021
Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021

Rentetan Bencana di Awal Tahun 2021

Grafis bencana alam
18 Januari 2021 13:29
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat sebanyak 136 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang 1-16 Januari 2021. Dari sekian banyak bencana alam itu, sudah merenggut 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka.

Bencana alam terbanyak yang terjadi adalah banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian dan gelombang pasang 2 kejadian. Akibatnya, sebanyak 405.584 orang terdampak dan mengungsi.

Kejadian bencana alam tersebut belum memasukkan data awan panas gunung Semeru yang terjadi belakangan ini. 

Bencana dan musibah tersebut datang silih berganti serta menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Didahului dengan tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, disusul banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, Gunung Semeru erupsi di Jawa Timur, hingga banjir di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Berdasarkan latar belakang bencana yang ada di Indonesia, mitigasi bencana adalah langkah yang perlu dilakukan sebagai upaya mengatasi dan menindaklanjuti adanya bencana. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).

Mitigasi pada umumnya dilakukan dalam rangka mengurangi kerugian akibat kemungkinan terjadinya bencana, baik itu korban jiwa dan/atau kerugian harta benda yang akan berpengaruh pada kehidupan dan kegiatan manusia. Namun perlu diketahui bahwa kegiatan mitigasi ini seharusnya sudah dilakukan dalam periode jauh-jauh hari sebelum terjadinya bencana.

Tujuan mitigasi Bencana antara lain:

· Mengurangi resiko/dampak yang ditimbulkan oleh bencana khususnya bagi penduduk, seperti korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi (economy costs) dan kerusakan sumber daya alam.

· Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan.

· Meningkatkan pengetahuan masyarakat (public awareness) dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman (safe).

Dok.Metro TV
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif